REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Asap dari bekas Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di Banjarbaru kian tak terbendung.
Seperti yang terjadi pagi hari tadi, Jumat (29/9/2023) di daerah Landasan Ulin Timur telah terjadi Karhutla dengan kondisi asap yang hampir menutupi seluruh kawasan jalan setempat.

Para pengguna jalan baik pengendara maupun masyarakat sekitar mengaku begitu kesulitan akibat asap yang begitu tebal.
Meskipun tak kurang-kurang upaya pemerintah dan aparat mencegah dan memadamkan sejumlah titik api yang setiap hari terus terjadi, kenyataannya kabut asap masih menjadi teror bagi masyarakat Banjarbaru.
Salah seorang warga Landasan Ulin Timur Banjarbaru Lia, mengaku, Karhutla yang terjadi baru-baru saja disekitaran tempat tinggalnya itu menyebabkan bagian dalam rumahnya dipenuhi asap.
Sampai-sampai katanya, dinding kamar dan ruang tamunya hampir tidak terlihat akibat tebalnya kepungan asap.
Ironisnya beber Lia, asap tersebut dihirup langsung oleh bayinya yang baru berumur kurang lebih 6 bulan.
“Langsung kehirup anak saya bang asapnya. Bagian dalam rumah hampir tidak keliatan,” ujarnya kepada pewarta Jumat (29/9/2023) sore di Kantor Teras7.com.
Berangkat dari masalah ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Zaini belum berani menaikan status Karhutla menjadi darurat.
Menurutnya bukan hal mudah menaikan status kebencanaan menjadi darurat. Sebab, Karhutla tahun ini tidak separah tahun 2018 dan 2019.
Dimana roda perekonomian dan akses transportasi masih bisa berjalan normal, tidak terganggu.
“Status itu tidak semudah kawan-kawan bayangkan. Ada hal-hal yang perlu kita pelajari betul-betul,” ujarnya kepada sejumlah awak media pasca Rapat Paripurna di Gedung DPRD Banjarbaru.
Pun, pengidap penyakit seperti ISPA yang tengah dirasa masyarakat akibat asap Karhutla baginya hanya sedikit.
“Ribuan (pengidap penyakit ISPA<-red) yang dikatakan Dinas Kesehatan itu terjadi dari Januari secara keseluruhan. Itulah yang perlu kawan-kawan mengerti,” ungkap Zaini.



