REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Semangat kewirausahaan kembali bergema dari Kalimantan Selatan. Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kabupaten Banjar sukses menggelar Banjar Preneur Fest 2025 dengan penuh semarak di Atrium Hall Q Mall Banjarbaru, Sabtu (12/4/2025).
Kegiatan ini mengusung tema besar “Grand Desain Holding UMKM sebagai Kebangkitan Ekonomi Rakyat” yang menjadi simbol sinergi dan optimisme untuk memajukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rangkaian acara berlangsung selama dua hari, 12–13 April 2025, dan diisi dengan berbagai agenda menarik seperti FKP Talk and Connect, Beauty and Handsome Class, Penobatan Wirausaha Muda Cemerlang, Bazar UMKM, Business Matching, Hiburan Kerakyatan, hingga penyerahan mandat pembentukan DPC FKP se-Kabupaten Banjar.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al Habsyi, didampingi oleh sejumlah tokoh penting seperti Asisten Deputi Kementerian Koperasi dan UMKM Crisnatina Agustin, Ketua Komisi IV DPRD Banjar Anna Rosiana, serta para pejabat daerah dan tokoh pemuda dari berbagai organisasi.
Ketua FKP Kabupaten Banjar, Muhammad Rizani, menyampaikan bahwa Banjar Preneur Fest bukan sekadar ajang seremonial, tetapi merupakan langkah konkret dalam membangun semangat kewirausahaan yang berkelanjutan.

“Kami hadirkan pelatihan, talkshow, seleksi wirausaha muda, hingga penandatanganan MoU dengan outlet lokal di Q Mall. Ini adalah bentuk nyata membuka akses pasar bagi UMKM akses pasar pagi pemuda UMKM,” ujarnya.

Wakil Bupati Banjar, Said Idrus, turut mengapresiasi penyelenggaraan Banjar Preneur Fest. Ia menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai ajang penguatan peran UMKM dalam struktur ekonomi lokal. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi 61% terhadap PDB dan menyerap 97% tenaga kerja. Di Banjar, peran UMKM sangat vital,” katanya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa UMKM di daerah masih menghadapi tantangan besar seperti keterbatasan modal, akses pasar, serta teknologi dan inovasi. Karena itu, diperlukan sinergi multipihak: pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan pemuda untuk membentuk ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara FKP dengan Bakul Banjar dan Kula (Oleh-oleh Banjar), sebagai upaya strategis membuka jalur distribusi produk-produk lokal ke pasar yang lebih luas.
“Kita punya sumber daya, punya semangat, bahkan punya kebijakan yang mendukung. Jadi tak ada alasan untuk tidak bangkit. Yang kita butuhkan adalah konsistensi dan kesungguhan,” tegas salah satu pembicara nasional yang hadir.
Menariknya, acara ini juga menghadirkan berbagai produk unggulan khas Banjar yang mengusung nilai kearifan lokal—sebuah pondasi penting dalam mempertahankan keberlanjutan ekonomi daerah di tengah arus globalisasi.
Dengan melibatkan 35 pengurus aktif dan membina lebih dari 50 UMKM, FKP Kabupaten Banjar kini menjelma menjadi motor penggerak baru dalam mencetak wirausahawan muda tangguh yang siap membawa perubahan bagi Banua.
Banjar Preneur Fest 2025 pun tak hanya menjadi festival kewirausahaan biasa, tetapi menjadi gerakan bersama yang menunjukkan bahwa pemuda, UMKM, dan semangat kolaborasi adalah kunci menuju ekonomi rakyat yang berdaulat, kreatif, dan berkelanjutan.



