REDAKSI8.COM – Kota Banjarbaru cukup banyak memiliki kebudayaan yang secara turun temurun masih dilestarikan oleh masyarakatnya, salah satunya adalah “Baayun Mulud/Maulid”.
Kegiatan budaya bernuansa Islami ini masih bisa kita jumpai di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, seperti yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Yatim Dhuafa dan Penyembuhan Korban Narkoba Al Fatih Wal Imdad Batu Ampar.
Menjadi bagian dari rangkaian Calendar of Event Kota Banjarbaru, kegiatan ini dihadiri Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani beserta Wakil Wali Kota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan.
Berdasarkan data dari panitia pelaksana, Festival Baayun Mulud/Maulid ini diikuti sebanyak 240 anak.

Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani mengimbau kepada semua kalangan masyarakat, agar jangan pernah melupakan tradisi yang baik. Ia berharap, tradisi budaya Baayun Maulid inidan terus bisa dikembangkan dan dilestarikan keberadaannya, sehingga generasi-generasi yang akan datang juga bisa merasakan tradisi yang sangat baik ini.
Menurut Nadjmi Adhani, acara Baayun Maulid bukan sekadar mengayun anak secara massal. Lebih dari itu kata Nadjmi, ada nilai yang ingin ditanamkan melalui kegiatan baayun maulid, yaitu untuk mengenalkan rasulullah, sebaik-baik teladan bagi ummat islam sejak dini.
“Karena itulah sambil diayun anak-anak juga dibiasakan untuk mendengarkan sholawat, doa-doa dan juga kisah kehidupan rasul dalam menyebarkan islam ke seluruh dunia,” ujar Nadjmi Adhani.

Di samping itu Nadjmi Adhani menambahkan, Baayun Maulid juga merupakan salah satu bukti sejarah bahwa ajaran agama Islam ada di banua ini tidak dengan jalan pemaksaaan, melainkan karena kearifan para ulama yang mengakulturasi budaya lokal dengan Agama Islam.
Masih kata Nadjmi, dalam prosesi baayun maulid juga terkandung harapan agar anak-anak yang diayun ini akan selalu diberikan rahmat dan kebaikan dalam menempuh kehidupannya di masa mendatang.
“Semoga dengan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan penyemangat kita, untuk terus menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-NYA dengan terus memperbanyak amal kebajikan serta memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta terus meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad SAW,” terangnya.
Festival Baayun Mulud/Maulid ini dinilai mampu memberikan dampak yang sangat baik untuk bersama-sama melestarikan budaya dan semakin memupuk karakter warga Banjarbaru yang religius, lantaran Baayun Maulid ini adalah kegiatan mengayun bayi atau anak sambil membaca syair maulid.
Baayun Maulid dilaksanakan untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Robiul Awal. Tradisi ini dilaksanakan oleh masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan dengan tujuan agar anak-anak Banjar jika sudah besar nanti mengikuti ketauladanan Nabi Muhammad SAW dan berbakti kepada kedua orang tua, dan dapat berguna bagi orang nusa dan bangsa.



