REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Banjarbaru pada Selasa (12/5/26), menyusul keluhan masyarakat terkait antean panjang kendaraan hingga memakan bahu jalan.
Sidak dilakukan di sejumlah titik, di antaranya AKR Jalan Trikora Banjarbaru, SPBU Simpang LIK Liang Anggang, dan SPBU kilometer 19.
Pemantauan pun melibatkan jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) serta aparat kepolisian untuk memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) berjalan normal dan antrean tidak mengganggu lalu lintas.
“Kita hari ini Pemko Banjarbaru bersama jajaran dan Kapolres Banjarbaru hadir langsung turun ke lapangan, dalam rangka memonitoring dan menindaklanjuti adanya keluhan masyarakat terkait apa yang memicu terjadi antrian panjang di SPBU,” ujar Lisa saat diwawancarai.
Dalam sidak tersebut, Lisa juga sempat berdialog langsung dengan pengelola SPBU dan memastikan stok BBM untuk wilayah Kota Banjarbaru masih dalam kondisi aman.
“Kami hadir guna memastikan ketersediaan BBM untuk Banjarbaru, insyaAllah aman. Masyarakat jangan panic buying karena Pemerintah Daerah menjamin stok BBM aman secara nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda mengatakan, pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk mengantisipasi adanya penyelewengan distribusi BBM maupun pelanggaran di SPBU.
“Untuk di Polres Banjarbaru sendiri, kita sudah bentuk satgas untuk mengantisipasi apabila ada penyelewengan atau pelanggaran, atau pidana, kami akan tidak tegas,” ucapnya.
Ia menegaskan, tidak akan segan menindak secara hukum jika ditemukan penyelewengan atau tidak pidana terkait distribusi BBM.
Oleh karena itu, pengawasan dilakukan langsung bersama pengelola SPBU agar operasional tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Makanya tadi kita ketemu langsung dengan para penanggung jawab SPPU untuk tetap bekerja sesuai dengan SOP ataupun aturan-aturan yang berlaku,” tegasnya.
Meski demikian, hingga saat ini polisi belum menemukan unsur pidana terkait distribusi BBM di lapangan. Namun beberapa temuan hanya bersifat administratif dan telah diberikan imbauan.
“Untuk sementara belum ada temuan, khususnya pidana meski ada beberapa, tapi bukan tindak pidana maka kita hanya bisa mengimbau dan situasi sudah bisa normal kembali,” katanya.
Untuk mengurai antrean, kepolisian juga sudah melakukan pengaturan ulang jalur kendaraan agar antrean tidak memakan badan jalan yang memicu kemacetan lebih parah.
“Arus sebenarnya tidak macet total, hanya ada pengaturan yang kita ubah. Yang tadinya dua lajur, kita buat menjadi satu lajur agar tidak memakan badan jalan,” tuntasnya.
Personel gabungan dari Polsek, Satlantas, Satpol PP, hingga Sabhara turut disiagakan di sejumlah titik SPBU guna mengatur antrean dan menjaga ketertiban lalu lintas.



