REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Anggota DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari memberikan atensi serius atas fenomena hilangnya sejumlah bollard atau tiang pembatas trotoar di sepanjang Jalan Panglima Batur Banjarbaru.
Diketahui, fasilitas yang berfungsi sebagai pembatas jalur pejalan kaki dari kendaraan bermotor tersebut seperti diketahui hilang pada beberapa titik. Dididuga kuat diambil oleh pelaku pencurian.

Berdasarkan laporan warga serta petugas yang melakukan pengecekan lapangan, bollard yang hilang berada di beberapa lokasi strategis, termasuk disepanjang jalan panglima batur serta beberapa titik lainnya.
Kondisi tersebut bagi Khalis (sapaan akrabnya) bukan pertama kali terjadi, hilangnya bollard semakin marak terutama pada malam hari.
Anggota Badan Anggaran tersebut menegaskan, pencurian fasilitas publik merupakan tindakan yang merugikan masyarakat dan tidak bisa terus dibiarkan.
“Trotoar di Panglima Batur dibangun bukan hanya untuk estetika kota, tetapi untuk keselamatan pejalan kaki,” katanya.
Jika bollard dicuri, fungsi pengamanan jalur pejalan kaki menurutnya akan hilang.
“Ini membahayakan masyarakat. Pemerintah daerah harus bertindak cepat,” sarannya.
Ia menambahkan, hilangnya fasilitas publik menunjukkan masih lemahnya sistem pengawasan dan perlindungan aset daerah.
Legislator muda PKS tersebut mendorong pemerintah kota melalui Dinas PUPR dan instansi terkait untuk segera melakukan inventarisasi dan penghitungan kerugian fasilitas publik.
Lalu mengamankan lokasi trotoar dengan CCTV atau patroli malam
Kemudian melaporkan pencurian kepada pihak kepolisian agar pelaku dapat diproses hukum.
Setelah itu mengganti bollard yang hilang secepatnya supaya keselamatan pejalan kaki tetap terjaga.
“Fasilitas umum dibeli dengan uang rakyat. Ketika dicuri, yang dirugikan bukan pemerintah, tapi seluruh warga kota,” terangnya.
Karena itu, pencurian fasilitas publik lebih jauh kepada Redaksi8.com, mesti ditindak tegas, jangan sampai dianggap hal biasa.
DPRD Banjarbaru ujar Khalis, berkomitmen mengawasi penyelenggaraan fasilitas publik, terutama yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat.
Hilangnya bollard di Panglima Batur diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengamanan aset kota supaya tidak terulang di kemudian hari.
Khalis mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di area trotoar.
“Keamanan kota bukan hanya tugas pemerintah, tapi seluruh warga. Jika ada aktivitas mencabut atau membawa bollard malam hari, segera laporkan,” imbaunya.
“Partisipasi warga akan sangat membantu mempersempit ruang gerak para pelaku,” pungkasnya.



