REDAKSI8.COM – Pendidikan Pemilih sebagai salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan, dan telah menjadi sebuah kebutuhan mendesak pada masa kini. Bagaimana tidak, perkembangan demokrasi di Indonesia yang begitu pesat menuntut kematangan dan kedewasaan bernegara dari warganya.
Jika dahulu Presiden dan Wakil Presiden tidak dipilih secara langsung oleh rakyat, saat ini rakyat dapat menunjuk sendiri secara langsung siapa yang dikehendaki menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Begitu pula dengan Wakil-Wakil Rakyat di Parlemen (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pun juga langsung dipilih oleh rakyat.

Termasuk Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota dipilih secara langsung oleh rakyat dalam sebuah Pemilihan Umum yang akan dilakukan secara serentak mulai tahun 2024 nanti.
“Perubahan mendasar ini mengindikasikan bahwa bangsa Indonesia telah bersiap menuju arah demokrasi yang modern sekaligus efisien, tanpa meninggalkan esensi berdemokrasi yaitu kekuasaan ditangan rakyat,” ungkap Abdul Muthalib Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia
Namun demikian, ia menambahkan bahwa konsekuensinya adalah penyelenggaraan Pemilu menjadi lebih kompleks dari sebelumnya. Tantangan dan gangguan yang mengancam pelaksanaan demokrasi secara adil dan jujur pun menjadi semakin banyak. Sehingga masyarakat umum terutama yang memiliki hak pilih, dituntut untuk beradaptasi menyambut momen tersebut.
“Salah satunya dengan menambah wawasan dan pengetahuan baik terkait teknis kepemiluan maupun wawasan lain yang terkait. Jika tidak, ia hanya akan menjadi objek dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan jangka pendek semata. Selanjutnya, rakyat yang akan menanggung kerugian untuk jangka waktu yang lama,” tutur Aziez sapaan Akrab Abdul Muthalib, Jumat (29/10/2021).
Pendidikan pemilih ini dengan materi wawasan kepemiluan maupun isu-isu penunjang lainnya, merupakan bahasan utama yang diperuntukkan bagi peserta pelatihan Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini.
Secara berurutan, ini membicarakan berbagai aspek penting dalam Pendidikan Pemilih. Diantaranya pengetahuan dasar tentang konsep demokrasi dan partisipasi, serta sistem dan tahapan Pemilu/Pemilihan.
Disamping materi pengetahuan dasar tersebut, juga dibahas materi lainnya yang menyangkut isu krusial yang seringkali terjadi di setiap penyelenggaraan Pemilu maupun Pemilihan. Materi-materi tersebut meliputi pendidikan Pemilih dalam pencegahan politik uang, teknik dan metode identifikasi berita bohong (hoax), modus operandi dan solusi kampanye SARA.
Serta, materi yang bersifat praktis yaitu teknik komunikasi publik agar peserta memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga di kemudian hari dapat menyampaikan pesan-pesan dalam pelatihan ini khususnya pada komunitasnya dan masyarakat luas secara umum.
Terakhir, materi muatan lokal juga akan diberikan kepada Peserta sebagai penunjang untuk membumikan materi-materi di atas agar selaras dengan daerah setempat.



