REDAKSI8.COM – Pertandingan Liga 2 Indonesia, Senin sore (24/9/18), mempertemukan Martapura FC versus PSBS Biak.
Berlaga di Stadion Demang Lehman Martapura, pertandingan babak pertama berjalan cukup sengit.

PSBS Biak langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit-menit awal pertandingan. Memanfaatkan umpan-umpan panjang dan serangan balik, PSBS Biak mengancam barisan pertahanan Martapura FC.
Lini belakang Martapura FC cukup kokoh dan solid, menahan gempuran serangan yang dilancarkan PSBS Biak.
Tidak mau terus diserang, Martapura FC membangun serangan dari lini belakang dengan memanfaatkan lebar lapangan.
Serangan yang dibangun pemain Martapura FC berbuah hasil. Pemain PSBS Biak melakukan pelanggaran terhadap pemain Martapura FC di depan kotak 16 meter.
Tendangan bebas yang diambil oleh Putra Dewa, sempat ditepis oleh kiper PSBS Biak, namun bola rebound berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Martapura FC bernomor punggung 7, Aidil Bogel untuk mencetak gol pada menit ke 34.
Kedudukan berubah menjadi 1 – 0 untuk Martapura FC. Hingga peluit babak pertama ditiup wasit, skor bertahan 1 – 0.
Memasuki babak kedua, terjadi pergantian pemain di kubu Martapura FC. Agus Setya Wibowo masuk menggantikan Ridwan Awaludin.
Masuknya Agus Setya Wibowo, memberikan penyegaran dan mengontrol lini tengah Martapura FC.
Kendati demikian, Martapura FC justru terlihat kewalahan menghadapi serangan yang digencarkan oleh PSBS Biak saat pertandingan memasuki 15 menit akhir.
Martapura FC akhirnya berhasil mempertahankan keunggulan 1 golnya, hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan babak kedua ditiup wasit. Raihan 3 poin pun didapatkan tim berjuluk Laskar Sultan Adam ini.
Pelatih Kepala Martapura FC Frans Sinatra Huwae didampingi Gelandang Martapura FC, Agus Setya Wibowo seusai pertandingan mengakui anak asuhnya tidak bermain senyaman seperti menghadapi lawan-lawan sebelumnya.
”Kesalahan-kesalahan passing (pemain Martapura FC) membuat lawan menjadi lebih percaya diri, jadi wajar kalau PSBS Biak menguasai lini tengah,” bebernya.



