REDAKSI8.COM – Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia mengadakan acara Seminar Nasional dalam Borneo Berdialog dan Musyawarah Wilayah VIII Regional Kalimantan, Jum’at (27/7/18).
Seminar tersebut mengangkat tema Peran Strategis Pemuda dalam Membangun Ekonomi Kalimantan yang Inovatif dan Mandiri, bertempat di Auditorium UIN Antasari Banjarmasin.

Dengan mengundang 250 peserta seminar dari perwakilan mahasiswa Ekonomi se Kalimantan, seminar ini dilaksanakan oleh Dewan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Islam UIN Antasari Banjarmasin.
Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani yang didapuk menjadi keynote speaker dalam acara ini, di hadapan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, secara lugas memaparkan nilai tawar Kota Banjarbaru.
Nadjmi Adhani menyampaikan, setiap daerah memiliki potret sejarah, terkhusus untuk Kalimantan Selatan yang dikenal dengan Kota Seribu Sungai dulunya memiliki jenis usaha kayu.
Dimana hal itu menurutnya, menjadi pemandangan bagi setiap orang yang melintas di bantaran Sungai Martapura.

Namun, seiring dengan pengaruh perekonomian, kegiatan usaha kayu tidak bertahan lama.
Pada era 80’an, beberapa perusahaan mulai berdiri di tanah Kalimantan dan meluas ke Maluku hingga Papua.
Berdirinya perusahaan pada masa itu, berimbas pada eksploitasi hutan hingga berdampak pada kegundulan hutan dan merusak keanekaragaman tumbuhan-tumbuhan serta mahluk hidup lainnya.
Melihat potret tersebut, lanjut Nadjmi, memotivasi dirinya saat menjadi Walikota Banjarbaru, untuk bagaimana Kota Banjarbaru bisa tumbuh dan berkembang serta bisa bersaing dengan daerah-daerah lainnya tanpa harus berdirinya suatu aktivitas pertambangan.
“Itu artinya kita tidak kalah dengan daerah daerah yang memiliki kawasan pertambangan, seperti Hulu Sungai Utara dan Tabalong dengan Indek Pertumbuhan Manusia (IPM) hanya berkisar antara 60 sampai 70 saja, sedangkan Banjarbaru menjawab dengan memiliki IPM 77,” ujarnya.
Nadjmi mengatakan, dari bentuk penolakan itu Pemerintah Kota Banjarbaru berupaya untuk membangun perekonomian kota melalui beberapa bidang.
Kota Banjarbaru yang tumbuh di pinggiran Jalan Ahmad Yani, memiliki wilayah biografis lebih kecil dibandingkan kabupaten kota lain, namun berada pada titik sentral daerah Kalimantan Selatan.
“Dengan ini Pemerintah Kota Banjarbaru menjadikannya sebagai kota pelayanan terbaik, dengan proses administrasi yang lebih mudah dan akan membuat kesan bagi investor nyaman berinvestasi di Kota Banjarbaru,” tegas Nadjmi.
Selanjutnya, Pemerintah Kota Banjarbaru juga akan membangun sport center, bandara berskala internasional, bangunan gedung untuk pasar tradisional modern, dan juga mendirikan Kampus 2 Universitas Islam Negeri Antasari, di daerah Kecamatan Cempaka Banjarbaru yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
“Banjarbaru saat ini memiliki 3000 lebih mahasiswa yang berkualitas dan berkarakter, ditambah lagi nanti kalau UIN perkuliahannya sudah aktif, maka kita memiliki stok pemuda yang lebih dari cukup untuk memajukan daerah Kalimantan Selatan,” katanya.
Selain itu, sektor pariwisata yang sedang dikelola dengan baik, yang nantinya akan menjadi daya tarik masyarakat untuk datang berkunjung ke Banjarbaru, juga dipromosikan oleh Nadjmi Adhani selaku Walikota Banjarbaru.

Hal tersebut tambahnya, juga sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, seperti Danau Cermin, Danau Seran, Kebun Raya Banua dan kampung – kampung tematik lainnya.
“Nah, tempat wisata ini juga kita kembangkan dan kita manfaatkan untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat, disamping menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung bahkan tinggal di Banjarbaru,” terangnya.
Untuk mengembangkan wisata, Pemerintah Kota Banjarbaru juga merubah daya tarik masyarakat, untuk datang dan berkunjung ke kampung kampung berkarakter, seperti Kampung Pembuat Jamu atau dikenal dengan Kampung Pejabat, Kampung Pelangi, Kampung KB, Kampung Korea dan lainnya dengan ciri khas karakternya masing-masing yang membuat daya tarik masyarakat saat berkunjung ke Kota Banjarbaru.
Bidang selanjutnya yaitu UMKM, seperti sasirangan bordir yang merupakan inovasi masyarakat Banjarbaru, tanpa menghilangkan nilai dari sasirangan asli, Pemerintah Kota Banjarbaru menambah sentuhan bordir pada baju khas sasirangan Kalimantan Selatan.
Dari Pemerintah Kota Banjarbaru, terang Nadjmi, barang atau produk lokal dari UMKM seperi kue kering, baju sasirangan bordir dan lainnya ini memang di promosikan di setiap hotel-hotel yang ada di Banjarbaru dan bandara, yang mana secara tidak langsung masyarakat telah melakukan promosi dan mengenalkannya kepada para pendatang.
“Dahulu kita ingin baju sasirangan ini dipakai oleh presiden, dan alhamdulillah terkabulkan, bahkan para menteri-menteri pejabat sering kita liat di televisi-televisi memakai baju sasirangan bordir,” ungkapnya.
Disamping terus mengembangkan objek wisata, saat ini pemerintah Kota Banjarbaru juga sedang fokus membangun wisata.
Di samping itu, Kota Banjarbaru akan menjadi kota yang memiliki wisata kuliner yang kuat, sebut saja nasi kabuli nasi khas yang dibuat oleh warga Cempaka dengan rasa yang jelas berbeda dengan nasi kabuli daerah lain.
“Maka, dengan semangat saya katakan, Banjarbaru adalah kota masa depannya Kalimantan Selatan,” lugasnya.



