REDAKSI8.COM – Terkait permasalahan harga Minyak Goreng (Migor) yang masih mahal di pedagang non ritel seperti di kios-kios dan pasa tradisional, Pemerintah Kota Banjarbaru dalam hal ini Dinas Perdagangan akan memberikan jalan untuk memperoleh subsidi dari selisih harga migor yang disalurkan oleh produsen.
Persoalan stok lama migor yang ada di pedagang bagi Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru, Anshori dapat ditempuh melalui dua cara.

Pertama, petugas distributor/ subdistributor atau suplayer masing-masing produk migor melakukan pendataan stok lama ke pedagang langganannya. Selanjutnya akan diberikan penggantian dari selisih harganya supaya pedagang bisa menjual dengan harga 14 ribu rupiah per liter.
“Pedagangnya pun harus koperatif terhadap petugas yang melakukan pendataan,” katanya.
Kedua, pedagang diminta pro aktif melaporkan stok lamanya kepada suplayer/distributornya, untuk minta pergantian selisih harga modal tersebut. Sehingga terjadi penyelesaian antar pelaku usaha.
“Untuk percepatan penyelesaiannya, maka saya sarankan untuk menempuh alternatif 2,” tulisnya kepada Redaksi8.com, Rabu (26/1).
“Alhamdulillah, sudah ada beberapa pedagang yang sudah bisa menyelesaikannya, sehingga mereka dapat menjual satu harga minyak goreng Rp. 14.000/liter,” lanjut Ashori menerangkan.

Diketahui sebelumnya, harga minyak goreng di eceran masih berkisar Rp 19-20 ribu per liter. Para pedagang belum berani menurunkan harga seperti di mini market dan supermarket yang ada. Karena bagi mereka hal itu akan merugikannya.
Tak terkecuali pemerintah daerah mengganti selisih harga modal pembelian barang lama mereka dengan harga di ritel, barulah para pedagang berani menurunkan harga migor sampai ke Rp 14 ribu per liter.
“Stok di tempat kami, kami membelinya masih dengan harga lama. Modal per liternya saja kami membeli Rp 18.250 ribu sampai 19.750. Jika kami turunkan seperti harga di supermarket kami rugi dong. Kecuali pemerintah datang kesini mengganti selisih harga modal kami dengan harga di ritel baru kami berani menurunkan,” ungkap salah seorang pedagang di Kemuning Banjarbaru, Asfi kepada Redaksi8.com, Kamis (20/1).



