REDAKSI8.COM – Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani didampingi Wakil Ketua I TP PKK Kota banjarbaru Hj Eny Apriyati Darmawan Jaya dan Ketua Gatriwara Kota Banjarbaru Hj Nahdatun Nusrah Iwansyah, mendampingi Tim Verifikasi Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) di Kampung Pelangi Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kamis (12/4/18).
Kampung Pelangi Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan terpilih untuk dilakukan verifikasi PAAR oleh Tim Verifikasi Provinsi Kalsel, dimana Banjarbaru harus bersaing dengan PAAR Kabupaten Tapin, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tala dan Kota Banjarmasin.


Kegiatan Posyandu, PIK Kelompok PAR kampung Pelangi, produk UP2K Pelangi, kegiatan simulasi PAAR dan melihat kegiatan Pokdarwis Pelangi yang ada di Kelurahan Guntung Paikat, ditinjau langsung oleh Tim Verifikasi Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR).
Selain itu, Tim juga meninjau Sekretariat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Banjarbaru, yang dilanjutkan dengan meninjau Sekretariat Satgas PAAR “Taman Gembira” di Kantor Sekretariat PKK Kelurahan guntung Paikat.
Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) sangatlah penting. Pasalnya, anak adalah harapan orang tua dan masa depan keluarga bahkan bangsa.
Oleh karena itu perlu dipersiapkan agar kelak menjadi manusia yang berkualitas, sehat, bermoral dan berguna bagi dirinya, keluarga, agama dan bangsanya.
Anak seharusnya perlu dipersiapkan sejak dini agar mereka mendapatkan pola asuh yang benar saat mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan.

Pola asuh yang baik menjadikan anak berkepribadian kuat, tak mudah putus asa, dan bertanggung jawab menghadapi hidup yang penuh dengan warna warni atau romantika hidup.
Orang Tua selalu menginginkan kehidupan anaknya menjadi anak yang sempurna tanpa mau memahami bahwa sebagai orang tua harus merubah diri sendiri terlebih dahulu sebelum anak itu lahir.
Sekarang ini terdapat berbagai dampak pada masyarakat, baik yang positif maupun yang negatif.
Dampak positif globalisasi adalah perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga mempermudah seseorang untuk memperoleh berbagai informasi yang tidak terbatas.
Informasi dapat berupa hiburan, pengetahuan dan teknologi, yang diperoleh dari berbagai cara seperti menonton TV, Video, Film-Film, Internet dan sebagainya.
Kemudahan informasi memang memuaskan keinginan tahu kita serta dapat mengubah nilai dan pola hidup seseorang, termasuk sikap orang tua terhadap anaknya dan pola asuh yang diterapkan dalam mendidik anak.
Sedangkan dampak negatif yang ditakuti adalah gaya hidup “Barat”, yang sangat menonjolkan sifat individualistik dan bebas.
Hal ini dibuktikan dengan semakin banyak timbulnya masalah psikososial pada remaja seperti penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang, perilaku seks bebas yang menyimpang, kriminalitas anak, perkelahian massal (tawuran), sehingga banyak mengakibatkan kegagalan pendidikan, atau kegagalan dibidang lain.
Dampak negatif era globalisasi ini lebih cepat diadopsi oleh anak-anak, sehingga mereka sangat rentan terhadap pengaruh negatif globalisasi tersebut.
Sebagai orang tua tentu berharap mereka dapat menyaring informasi apa yang berguna yang patut dicontoh dan apa yang dapat merugikan yang harus dijauhinya.
Kepandaian anak dan remaja dalam mensiasati hal tersebut tentu tidak lepas dari peran orang tua dalam memberikan pola asuh dan pendidikan yang tepat bagi anak- anaknya.
Pola asuh yang baik menjadikan anak berkepribadian kuat, tak mudah putus asa, dan tangguh menghadapi tekanan hidup.



