REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya penanganan krisis air bersih di Desa Gunung Batu, Kecamatan Sambung Makmur, Kabupaten Banjar, terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menyalurkan bantuan darurat berupa peminjaman tandon air dan distribusi air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan yang diajukan Pemerintah Desa Gunung Batu setelah sejumlah wilayah mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Daerah yang paling terdampak berada di RT 1 bagian atas dan RT 5, di mana sumber air warga mulai mengering sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjar, Muhammad Hasbie, S.Hut., M.M., bersama jajaran BPBD Kabupaten Banjar. Kegiatan ini juga didampingi Rendy Arya P., S.T., Satgas Tanggap Darurat BPBPK Kalimantan Selatan, yang sekaligus melakukan peninjauan lapangan untuk melihat secara langsung kondisi kekeringan yang melanda desa tersebut.
Dalam penanganan darurat ini, BPBD menempatkan sejumlah tandon air di titik-titik strategis agar mudah dijangkau masyarakat. Air bersih kemudian disuplai secara berkala menggunakan mobil tangki BPBD Kabupaten Banjar.
Sistem distribusi melalui tandon dipilih agar penyaluran air dapat berlangsung lebih tertib, merata, dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga yang terdampak. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat dapat mengambil air sesuai kebutuhan tanpa harus menunggu mobil tangki mendatangi setiap rumah.
Kepala Desa Gunung Batu, M. Albilaluddin, SH, menjelaskan bahwa air bersih dari BPBD tidak didistribusikan secara langsung ke rumah-rumah warga, melainkan ditampung terlebih dahulu di tandon umum yang telah disiapkan pemerintah desa.

“Air bersih dari mobil tangki BPBD tidak disalurkan langsung ke setiap rumah, tetapi terlebih dahulu diisikan ke dalam tandon yang telah disiapkan. Dengan cara ini, seluruh masyarakat dapat mengambil air sesuai kebutuhan sehingga penyalurannya lebih adil dan efektif,” ujarnya.
Menurutnya, sistem tersebut dinilai lebih efisien karena mampu menjangkau lebih banyak warga sekaligus memudahkan pengawasan terhadap distribusi air bersih selama masa kekeringan.
Atas bantuan yang diberikan, Pemerintah Desa Gunung Batu menyampaikan apresiasi kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugroho, yang dinilai merespons cepat permohonan bantuan masyarakat. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Muhammad Hasbie beserta seluruh jajaran BPBD Kabupaten Banjar, serta Satgas Tanggap Darurat BPBPK Kalimantan Selatan yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Tidak hanya menyalurkan bantuan, rombongan juga melanjutkan kegiatan dengan meninjau tiga embung yang dimiliki Desa Gunung Batu. Peninjauan tersebut bertujuan untuk melihat kondisi tampungan air, mengidentifikasi potensi sumber air yang masih tersedia, serta mengkaji langkah-langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan air desa pada musim kemarau.
Hasil peninjauan diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan program jangka panjang, sehingga penanganan persoalan air bersih tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan melalui pembangunan infrastruktur penyediaan air.
Pemerintah Desa Gunung Batu berharap sinergi antara BPBD Kabupaten Banjar, BPBPK Kalimantan Selatan, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. Selain memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi selama musim kemarau, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu melahirkan solusi permanen melalui pembangunan sarana air bersih yang lebih memadai.
Kerja sama lintas instansi ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak bencana kekeringan, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan ketahanan air dan meningkatkan kualitas hidup warga Desa Gunung Batu.



