REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan (Kalsel) akan memberlakukan kebijakan baru dengan menutup layanan kunjungan setiap hari Senin mulai tanggal 20 Juli 2026.
Kebijakan itu diterapkan untuk memberi waktu petugas melakukan pembersihan dan perawatan koleksi serta ruang pamer agar kualitas layanan kepada pengunjung tetap terjaga.
Aturan tersebut diumumkan UPTD Museum Lambung Mangkurat setelah mempertimbangkan tingginya aktivitas kunjungan yang selama ini berlangsung setiap hari.
Karena padatnya jadwal operasional membuat proses perawatan koleksi dan vitrin pameran tidak dapat dilakukan secara optimal.
Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, hari Senin akan dikhususkan sebagai waktu perawatan seluruh area museum sehingga tidak ada layanan kunjungan bagi masyarakat.
“Karena ada satu hari yang harus kami gunakan untuk melakukan pembersihan pada vitrin-vitrin pameran museum, maka diputuskan setiap hari Senin museum libur menerima kunjungan,” ujarnya, Selasa (7/7/26).
Ia menjelaskan, perubahan jadwal operasional telah disosialisasikan kepada masyarakat sejak jauh-jauh hari.
Bagi sekolah maupun instansi yang telah mengajukan permohonan kunjungan pada 20 Juli 2026, diminta untuk menjadwalkan ulang kunjungannya.
“Bagi yang sudah mengajukan permohonan kunjungan pada tanggal 20 Juli nanti, kami harapkan bisa mengajukan ulang karena pada hari tersebut petugas akan melakukan pembersihan museum,” katanya.
Meski menutup layanan satu hari dalam sepekan, pihak museum memastikan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu target pendapatan retribusi tahun 2026.
Pasalnya, mayoritas pengunjung datang pada akhir pekan, sementara hari Senin dimanfaatkan untuk meningkatkan kebersihan dan kualitas pelayanan.
“Kami optimistis target retribusi tetap tercapai karena kunjungan terbanyak biasanya berlangsung pada akhir pekan, sedangkan hari Senin dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan dan kualitas layanan museum,” pungkasnya.



