REDAKSI8.COM – Dalam rapat paripurna DPRD Kota Banjarbaru dengan agenda acara, Pengambilan Keputusan Terhadap Raperda Terkait Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019, Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mengungkapkan, adanya penghematan anggaran belanja pada tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 130 juta.
Hal itu terjadi, lantaran saat proses lelang terjadi situasi tawar menawar antara kontraktor dengan pihak SKPD pelaksana kegiatan yang membuka penawaran.
Kurang lebih Rp. 1 Milyar anggaran belanja daerah saat perencanaan di Kota Banjarbaru, namun Ia memaparkan, realisasi pelaksanaannya justru hanya menghabiskan sekitar Rp. 870 juta di tahun 2019.
“Penghematan anggaran kita lumayan besar di tahun 2019, ya kurang lebih 130 juta,” ungkap Nadjmi Adhani pasca Rapat Paripurna di Ruang Graha Paripurna Lantai III Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (21/7).

Selain itu, dalam Rapat Paripurna yang memakan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit itu juga dibahas persoalan rekomendasi dari hasil rapat banggar DPRD Kota Banjarbaru berupa temuan hasil pemeriksaan BPK pada Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019 yang masih perlu disempurnakan.
Adapun diantaranya pengelolaan retribusi tanah di daerah bantaran sungai kemuning. Lalu Retribusi penataan dan pembinaan pertokoan di pasar Batuah.
Kemudian pencatatan aset pertanahan, penggunaan typing box, penganggaran atas biaya bunga, volume pada 11 paket pekerjaan jalan dinas PUPR yang masih berupa sampling serta penyusunan RKA yang secepatnya harus disesuaikan dengan RPJMD dan Renstra.
“Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk kami lakukan perbaikan,” tuturnya.
“Salah satunya tunggakan misalnya, kira-kira 2 tahun yang lalu di era ibu Rita kita pernah menyelesaikan tunggakan hampir 2 Milyar rupiah. Karena kemarin kita bekerjasama pihak kejaksaan. Mungkin pola-pola seperti itu akan kita lakukan lagi nanti,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah berharap, masalah-masalah seperti itu agar secepatnya di selesaikan oleh pemerintah Kota Banjarbaru.
“Semoga persoalan-persoalan tersebut secepatnya ditindak lanjuti,” tutup Fadliansyah.



