REDAKSI8.COM – Guna memastikan ketersedian sembako mencukupi dan keadaan harga normal, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar HM Hilman memotoring pasar Martapura yaitu pasar taibah, Senin (27/4/2020) siang di Pasar Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
Monitoring tersebut didampingi Dandim 1006 Martapura Letkol Infantri Siswo Budiarto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar I Gusti Made Suryawati, Kepala Despenda Kabupaten Banjar sekaligus badan pengawas PD Pasar Farid Syofyan dan Direktur PD PBB Rusdiansyah.

Monitoring tersebut kepada 9 bahan baku seperti Beras, Gula pasir, Minyak goreng dan mentega, Daging sapi dan Ayam, Telur Ayam, Susu, Sayur dan LPG.
Sekretaris Daerah HM Hilman mengatakan bahwa kita melakukan pemantauan secara umum, dan harga masih stabil tidak terlalu banyak lonjakan, saat ini masih naik turun, tapi selisih kenaikan tidak terlalu tinggi jadi masih dalam keadaan normal dan masih aman.
“Terkait dengan ketersediaan bahan dari hasil rapat koordinasi pagi tadi laporan dari disnakbun dan TPH, kemudian dari perikanan, semua cukup dan malah berlebihan, sebagian besar hasil peternak kita dan petani juga belum bisa keluar daerah lain, Jadi insya Allah cukup dengan harga yang masih stabil seperti sebagaimana biasa,” ungkapnya
“Dengan daya beli masyarakat seperti sekarang ini, kami kira harga tidak terlalu jauh berbeda, tinggal ketersediaan stok yang yang kita jaga agar Jangan kurang, contoh gula, kemarin sempat mahal, begitu kita koordinasi, Alhamdulillah pasukkan gula sudah bisa ditambah hingga harga bisa turun kembali seperti biasa,” tambahnya
Agar masyarakat kabupaten Banjar sejahtera, bantuan sembako yang akan di berikan kepada masyarakat itu dibeli dari masyarakat kabupaten Banjar, tidak melakukan pembelian di luar daerah kabupaten Banjar.
“Salah satu upaya kita agar membantu peternak dan petani kita pada saat jaring pengaman sosial berupa bahan pangan yang akan kita bagikan ke masyarakat, dalam jaring pengaman sosial yang kita siapkan seiring dengan wabah covid-19, kita memberdayakan mereka dengan membeli produk-produk masyarakat,” ucapnya
“Jadi untuk jaring pengaman sosial kita seperti beras, dinas tanaman pangan dan hortikultura langsung membeli ke petani melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan) masing-masing, begitu juga untuk kebutuhan lainnya seperti telur, daging ayam dan juga ikan segar yang rencana akan kita bagikan ke masyarakat itu langsung kita beli dari masyarakat di sekitar kita,”



