REDAKSI8.COM – Meningkatkan kemampuan satuan teritorial diwilayah membantu pemerintah dalam penanganan bencana alam. Danrem 101/ Antasari Kolonel Inf Firmansyah membuka Latihan Posko ” Tameng Manuntung – I” Tahun 2020 yang berlangsung di aula Makodim Martapura, Senin ( 27/4/2020)
Danrem Antasari mengatakan, latihan Posko ini ada perbedaan program, dulu kita laksanakan adalah Latihan Posko – I Antasari, kini kita terapkan metode yang baru yaitu Latihan Posko Tameng Manuntung – I pertama kali dikodim Martapura.

Cara ini merupakan cara latihan taktis tanpa pasukan, untuk memelihara dan meningkatkan hubungan kerja meningkatkan kemampuan prosedur hubungan Komando dan Staf dan merencanakan mempersiapkan mengambil keputusan taktis dalam melaksanakan operasi yang mencakup keterpaduan, kerjasama dan koordinasi dengan kelembagaan terkait pada penanggulangan bencana daerah.” Ucapnya”
Ini merupakan salah satu fungsi TNI dalam melaksanakan operasi militer di luar perang atau pertahanan negara, yakni membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana alam, pengungsian dan bantuan kemanusiaan. “Ini sudah diatur dalam Undang-undang, di mana TNI tergabung dalam Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” imbuhnya.

Dandim 1006/ Mtp Letkol Arm Siswo Budiarto S.I.P, M.M, M.I, Pol menuturkan bahwa digelarnya latihan ini guna mewujudkan kemampuan satuan dan personil agar senantiasa memiliki kesiapan operasi selain perang yaitu dalam rangka penanggulangan wabah Covid -19 di wilayah Martapura dan Kota Banjarbaru
Menurutnya , latposko tersebut untuk meningkatkan hubungan Komandan dan Staf dalam merencanakan operasi dan melaksanakan olah yudha, menyelenggarakan Komando pengendalian operasi serta menyelenggarakan implementasi prosedur dan tata kerja yang berlaku di suatu Pos Komando.
“Dengan kegiatan yang dipusatkan di Makodim Martapura diharapkan mampu memantapkan tugas-tugas yang didapatkan dengan kemampuan yang memadai khususnya membantu pemerintah dalam menanggapi, menangani dan menyelesaikan suatu permasalahan dengan cepat dan tepat sehingga tidak berkembang menjadi kerawanan yang mempengaruhi stabilitas keamanan dan menghambat pembangunan di daerah”, Tutup Dandim’



