REDAKSI8.COM – Rencana pemerintah kabupaten Banjar menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan angka ODP PDP dan Positif bahkan angka kematian di Kabupaten Banjar itulah yang menjadi pilihan pemerintah Kabupaten Banjar.
Rencana penerapan PSBB ini tidak hanya menjadi sorotan Ketua DPRD kabupaten Banjar Muhammad Rofiqi, tetapi juga Ketua Komisi IV yang membidangi Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, Ahmad Sarwani.
“Berkenaan dengan rencana pemerintah daerah kabupaten Banjar menerapkan PSBB sebagian wilayah di kabupaten Banjar perlu dikaji ulang, disamping tidak efektif karena berbeda waktu, juga akan membuang- buang uang anggaran,” ungkapnya
“Dalam Penerapannya juga harus mempertimbangkan beberapa aspek, seperti aspek sosiologis, selama kurang lebih satu bulan berjalan, kondisi masyarakat kabupaten Banjar nampak memprihatinkan, sejak edaran pemerintah daerah dikeluarkan mengenai pembatasan sosial, serta pelaksanaan ibadah, masyarakat kita seolah terkotak kotak dan kehidupan sosial kurang stabil,” tambahnya
Politisi partai Nasdem ini juga menjelaskan, Dari segi geografis, wilayah kabupaten Banjar yang begitu luas persebaran penduduknya tidak sama dengan kota kota besar, serta tidak merata, menurut hemat kita selama masyarakat mematuhi himbauan yang sudah dikeluarkan pemerintah daerah Insya Allah masih dapat dikendalikan.
“Sedangkan dari segi ekonomis, terpuruknya ekonomi masyarakat akibat virus covid-19 mengharuskan mereka warga mencari cara mendapatkan penghasilan, mulai dari sektor pertanian, pertambangan, serta para perdagangan baik pedagang kecil maupun pedagang besar, ditambah lagi akan diterapkannya PSBB ini menjadi pukulan telak bagi masyarakat kita kabupaten Banjar,” tambahnya lagi
“Dalam penerapan PSBB, jaminan sosial ekonomi berkaitan dengan keberlangsungan hidup masyarakat terdampak khususnya, kelas menengah ke bawah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, yang sampai hari ini besaran bantuan serta teknik penyalurannya belum kita ketahui,” ucapnya
“Hal hal yang kita khawatirkan akurasi data penduduk yang berhak menerima tidak sama dengan realitas di lapangan yang pada akhirnya akan menimbulkan komplik sosial dalam hal ini, sebagian masyarakat masih banyak yang belum memahami tahapan tahapan serta pemberlakuan PSBB,”
Menutur Sarwani, Yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyebaran virus covid-19, yang harus terus ditingkatkan adalah memberikan pemahaman serta edukasi yg mudah dipahami mengenai penyebaran virus covid-19 kepada masyarakat.




Setuju sekali