REDAKSI8.COM – Sebanyak 325 orang wisudawan dan wisudawati Institut Agama Islam (IAI) Darussalam Martapura hari ini dilepas, 262 orang jurusan tarbiyah dan 63 orang jurusan syariah, Senin (16/3/2020) di Ballroom Hotel Grand Dafam Syariah.
Wisuda yang dipimpin Rektor IAID Martapura, Prof. Hafiz Anshary tahun ini ada 2 orang lulusan yang meraih terbaik atau cumlaude, pertama adalah Muthmainnah Khairiyah dari Fakultas Syariah dengan IPK 3,79 dan kedua adalah Ni’matul Farah Azizah dari Fakultas Tarbiyah dengan IPK 3,80.
Wisuda yang dilakukan oleh IAI Darussalam Martapura ini disambut baik oleh Bupati Banjar melalui Asisten Bidang Pemerintahan, Masruri. “Pemkab Banjar sangat mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas wisuda kali ini, karena ini merupakan upaya yang dilakukan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas,” katanya.
Lulusan Perguruan Tinggi (PT), tak hanya IAI Darussalam Martapura lanjut Masruri, harus dapat bertanggung jawab dan mengatasi tantangan zaman. “Kami berharap para wisudawan nanti dapat berkontribusi untuk menyukseskan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah,”

“Alhamdulillah selama ini alumni IAI Darussalam Martapura telah tersebar dimana-mana, ada yang berkarir di eksekutif, legislatif dan lain-lain. Selama ini hubungan kami dengan mereka yang bekerja di berbagai bidang cukup baik, bahkan Alumni IAI Darussalam yang berkarier di lembaga legislatif cukup kritis, tapi tetap dengan bahasa yang santun,” terangnya.
Rektor IAID Martapura, Prof. Hafiz Anshary mengungkapkan tahun ini pihaknya meluluskan 325 sarjana dari 2 Fakultas yang ada di IAI Darussalam Martapura.
“Sementara 1 fakultas kami yang baru, yaitu Fakultas Ekonomi syariah belum ada yang di wisuda. Kami sangat bergembira alumni kami tambah banyak, yaitu sekitar 3.061 orang dan mereka telah berkiprah di berbagai bidang masing-masing,” katanya.
Kedepan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di IAID Martapura, Prof. Hafiz Anshary membeberkan pihaknya memiliki 2 target. “Pertama kita ingin membangun program S2, mudahan dalam waktu singkat bisa direalisasikan. Yang kedua, kita tak ingin status kita berhenti di institut saja, kalau bisa jadi universitas juga,” terangnya.
Banyak yang harus dipersiapkan, bukan hanya tenaga pendidik saja, tapi juga sarana infrastruktur yang ada di IAI Darussalam Martapura.
“Untuk merealisasikan program S2 kita sudah siap untuk ketenagaannya, kita punya beberapa doktor dan profesor. Tinggal mendapatkan persetujuan dari Kementerian Agama saja,” tambahnya
“Sementara untuk sarana yang kita miliki selama ini masih terbatas, sehingga tak bisa terima banyak mahasiswa baru, bahkan kita sekarang mulai kesulitan mengatur kelas. Ini mungkin kendala yang kita hadapi untuk mewujudkan target kita,” ungkap Prof. Hafiz Anshary.



