REDAKSI8.COM – Pencurian dengan kekerasan (Curas) menggunakan badik dan menggasak dua buah handphone, menimpa santri Pondok Pesantren Darussalam Martapura yang tinggal di Asrama Bukhari I Antasan Senor, Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Saat dikonfirmasi kepada teman satu kamar korban pencurian, Idris menceritakan, kejadian tersebut diperkirakan terjadi jam 03.00 WITA Minggu dinihari. Saat itu dirinya bersama korban sedang berada di kamar dan pintu sedikit dalam keadaan terbuka, tiba-tiba ada seorang pria yang membuka pintu kamar mereka.

“Awalnya pelaku menanyakan nama seseorang kepada korban yang bernama Maulidinnor yang saat itu lagi main game dekat dengan pintu kamar, tetapi korban tidak tau dengan orang yang dimaksud oleh pelaku,” ungkapnya.

“Karena Maulidinnor mengatakan tidak kenal dengan nama yang disebutkan oleh pelaku, akhirnya pelaku masuk sambil mencabut belati yang sudah dibawa oleh pelaku dan mengancam korban, kemudian pelaku meminta handphone korban,” tambahnya.
Tidak hanya itu, Pelaku juga mengambil handphone yang ada di kamar korban yang sedang di charger. Setelah pelaku menggasak dua buah handphone dan pelaku keluar dari kamar, korban baru bisa berteriak maling karena terlepas dari ancaman.
“Namun karena kondisinya sedang sepi. Jadi gak ada yang dengar. Tapi kita sudah melaporkan ke pihak berwajib,” katanya.
Kapolres Banjar AKBP Andri Koko Prabowo melalui Kasat Reskrim M Rizky Fernandez mengatakan, Pelaku sudah berhasil diamankan oleh aparat pada hari Rabu (15/01/2020) sekitar pukul 20.00 WITA dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku ini sudah beberapa kali melakukan aksinya di wilayah Martapura, selain mengamankan pelaku, juga kami sita barang bukti beberapa handphone, dan sebilah pisau sebagai barang bukti pengancaman dan pelaku dijerat dengan pasal 365 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” ungkapnya
“Pelaku yang berinisial MH beralamat di Kecamatan Martapura timur ini sebelumnya berprofesi sebagai Pak Ogah dan tukang gali sumur, Cuma saat ini sedang sepi dan tidak ada kerjaan lain,” tambahnya.
Ditambahkannya, untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya akan tingkatkan resesi dan bagi ploting anggota yang dianggap rawan.



