REDAKSI8.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru, meluncurkan Obor Pangan Lestari (OPAL), dan Teknologi Pertanian Berbasis Masyarakat Perkotaan (GITASIMASTA), serta Pemberian Penghargaan Lomba KRPL Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2019, di halaman Kantor DKP3 Kota Banjarbaru, baru baru tadi.
Acara peluncuran OPAL dan GITASIMASTA ini dihadiri Wakil Wali Kota Banjarbaru H Darmawan Jaya beserta Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Kartika Nadjmi Adhani, didampingi Kepala DKP3 Kota Banjarbaru Hj Siti Hamdah.


Wakil Wali Kota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan menyampaikan, model kawasan rumah pangan lestari merupakan alternatif terobosan pembangunan pertanian untuk mewujudkan penganekaragaman atau diversifikasi pangan.
Selain itu kata Darmawan Jaya, untuk dukungan dan pemenuhan pangan rumah tangga dalam pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi dan aman.
“Juga mendukung pembangunan wilayah melalui pendekatan spesifik lokasi,” ucap Darmawan Jaya.
Model ini diharapkan memberi kesejahteraan yang layak bagi masyarakat, memainkan peran nyata dalam pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Kepala DKP3 Kota Banjarbaru Hj Siti Hamdah mengatakan, program obor pangan lestari bertujuan memberikan percontohan penataan pekarangan dengan budidaya berbagai komoditas tanaman dan hewan untuk memenuhi kebutuhan satu keluarga, yang meliputi kebutuhan protein karbohidrat mineral dan vitamin.
“Jadikan dan manfaatkan lahan pekarangan sebagai sumberdaya kebutuhan pangan untuk keluarga,” ajak Siti Hamdah.
Sedangkan program teknologi pertanian berbasis masyarakat perkotaan sambung Siti Hamdah, merupakan upaya pemerintah dalam mengatasi salah satu kebutuhan pokok manusia yang paling utama, yakni kebutuhan pangan. Karena dengan adanya peningkatan jumlah penduduk yang sedemikian besar, kebutuhan makanan diperkirakan bisa mencapai dua kali lipat dari kebutuhan makanan saat ini.
“Teknologi Pertanian Berbasis Masyarakat Perkotaan (GITASIMASTA) juga kita jadikan contoh untuk SKPD-SKPD lain dan juga masyarakat, agar bisa memanfaatkan lahan pekarangan untuk kebutuhan pangan keluarga,” jelasnya.



