Musim Hujan, Demam Berdarah Marak
REDAKSI8.COM – Maraknya kasus demam berdarah yang terjadi akhir-akhir ini, membuat petugas Puskesmas Tebing Tinggi Kabupaten Balangan ‘memburu’ binatang yang menyebarkan penyakit itu, nyamuk.
Hal ini mereka lakukan untuk memutus mata rantai perkembangan nyamuk demam berdarah.
“Sekarang musim penghujan, kita harus waspada banyak kasus DBD akan terjadi,” ujar Syaruraji, salah seorang petugas kesehatan Puskesmas Tebing Tinggi.
‘Perburuan’ yang dimaksud yaitu memberantas jentik-jentik nyamuk dengan cara memberikan dan menaburkan bubuk abate, ke dalam genangan air yang disinyalir menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk.

Selain itu, Puskesmas Tebing Tinggi juga melakukan penyuluhan keliling/sosialisasi menggunakan ambulan ke seluruh desa di wilayah kerja, dengan melibatkan tenaga kesehatan promosi.
“Iintinya kita selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Jika terjadi gejala atau tanda DBD, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” himbau Syaruraji.
DBD Disebabkan Virus Dengue

Dilansir dari Wikipedia bahasa Indonesia, Demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue.
Nyamuk atau/ beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai “breakbone fever” atau “bonebreak fever” (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah.
Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam, sakit kepala, kulit kemerahan yang tampak seperti campak dan nyeri otot dan persendian.
Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.



