REDAKSI8.COM, BALANGAN – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan terus memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan melalui berbagai inovasi. Salah satu terobosan terbaru yang kini diterapkan adalah SIJEMPOL PERTAMA (Sistem Jemput Bola Perencanaan Tanggung Jawab Bersama), sebuah inovasi yang mengubah pola pendampingan perencanaan pembangunan menjadi lebih aktif, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan perangkat daerah.
Melalui inovasi ini, Bapperida tidak lagi hanya menunggu perangkat daerah datang untuk berkonsultasi. Sebaliknya, tim Bapperida turun langsung mendatangi setiap organisasi perangkat daerah (OPD) guna memberikan pendampingan, asistensi, sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan.

Kepala Bapperida Kabupaten Balangan, H. Rakhmadi Yusni, mengatakan inovasi tersebut lahir dari hasil evaluasi terhadap berbagai kendala yang selama ini muncul dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah maupun pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembangunan.
Menurutnya, mekanisme lama yang mengharuskan seluruh OPD datang ke kantor Bapperida dinilai kurang optimal. Berbagai persoalan seperti rendahnya tingkat kehadiran peserta, keterlambatan penyampaian dokumen, lambatnya pemenuhan data pendukung, hingga belum maksimalnya pelaporan melalui aplikasi E-SAKIP menjadi hambatan yang cukup signifikan.
“Kondisi tersebut berdampak terhadap sinkronisasi program pembangunan, koordinasi lintas sektor, hingga efektivitas pengendalian pembangunan daerah. Karena itu, kami melakukan evaluasi menyeluruh dan menggagas inovasi yang lebih adaptif,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Rakhmadi menjelaskan, gagasan SIJEMPOL PERTAMA lahir dari forum diskusi internal yang melibatkan seluruh jajaran pegawai Bapperida. Dari proses tersebut disepakati bahwa pelayanan harus lebih proaktif dengan menghadirkan pendampingan langsung di lingkungan perangkat daerah.
Dalam pelaksanaannya, tim Bapperida secara terjadwal mengunjungi masing-masing OPD untuk memberikan asistensi penyusunan dokumen Renja, membantu menyelesaikan berbagai kendala perencanaan, melakukan monitoring dan evaluasi program, serta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendekatan jemput bola tersebut dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan teknis yang selama ini sering menghambat proses perencanaan pembangunan.
Selain itu, komunikasi antara Bapperida dan perangkat daerah menjadi lebih intensif sehingga berbagai kendala dapat langsung diidentifikasi dan dicarikan solusi tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang.
Pelaksanaan inovasi SIJEMPOL PERTAMA juga mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, yang memberikan mandat kepada Bappeda kabupaten/kota untuk melaksanakan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan strategis perangkat daerah sekaligus memberikan rekomendasi penyempurnaan.
Sejak mulai diterapkan, inovasi tersebut telah menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kualitas tata kelola pembangunan di Kabupaten Balangan.
Keterlambatan penyampaian laporan kinerja perangkat daerah mulai berkurang, kualitas dokumen perencanaan meningkat, sinkronisasi antarprogram menjadi lebih baik, dan berbagai hambatan pelaksanaan pembangunan dapat segera diatasi melalui pendampingan langsung di lapangan.
Rakhmadi menegaskan bahwa perencanaan pembangunan yang berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan koordinasi administratif, tetapi memerlukan pendampingan yang berkelanjutan agar seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama terhadap arah kebijakan pembangunan.
“Melalui SIJEMPOL PERTAMA, kami hadir langsung ke perangkat daerah untuk memastikan proses perencanaan, monitoring, dan evaluasi berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas,” katanya.
Ia menambahkan, inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung reformasi birokrasi, peningkatan akuntabilitas kinerja, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang baik sesuai arah pembangunan nasional.
Lebih jauh, Bapperida berharap budaya kolaborasi antarperangkat daerah semakin kuat sehingga setiap program pembangunan dapat dirancang secara terintegrasi, dilaksanakan secara akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan pendekatan jemput bola yang mengedepankan kolaborasi, pendampingan, dan penyelesaian masalah secara langsung, SIJEMPOL PERTAMA diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan daerah.
Melalui inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Balangan optimistis mampu menghasilkan dokumen perencanaan yang semakin berkualitas, memperkuat sinergi lintas sektor, mempercepat pencapaian target pembangunan, serta mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.



