Senin, 6 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Waspadai Dampak Kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Banjar Pantau Keramba Jala Apung di Mali-Mali dan Sungai Arfat

Az-Zukhairy by Az-Zukhairy
6 Juli 2026
A A
Waspadai Dampak Kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Banjar Pantau Keramba Jala Apung di Mali-Mali dan Sungai Arfat
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJAR – Memasuki musim kemarau, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas budidaya ikan di keramba jala apung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kualitas air sungai tetap mendukung kehidupan ikan sekaligus mengantisipasi potensi kerugian yang dapat dialami para pembudidaya akibat menurunnya debit air.

Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar Sipliansyah Hartani melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Bandi Chairullah, melakukan pemantauan langsung ke sejumlah lokasi budidaya ikan di aliran Sungai Arfat dan Desa Mali-Mali. 

Kegiatan tersebut bertujuan mengecek kondisi kualitas air, terutama kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO), tingkat keasaman (pH), suhu air, hingga kedalaman sungai yang terus mengalami penurunan akibat musim kemarau.

Saat melakukan pengukuran di wilayah hilir Desa Sungai Arfat, tim menemukan kadar oksigen terlarut hanya berada di kisaran 1 mg/liter, dengan suhu air mencapai 29,7 derajat Celsius, pH 6, dan kedalaman sungai berkisar 1,5 hingga 3 meter. Kondisi tersebut menunjukkan kualitas air mulai menurun sehingga perlu menjadi perhatian serius bagi para pembudidaya ikan.

LihatJuga :

Dua Bidang Dinas PUPR Banjar Tinjau Desa Gunung Batu, Percepat Solusi Air Bersih yang Dinantikan Warga Selama Puluhan Tahun

Lulusan SMPN 1 Martapura Raih Medali Emas OMNAS 15, Harumkan Nama Kabupaten Banjar di Tingkat Nasional

Bunda PAUD Banjar Pastikan MPLS Ramah PAUD Berjalan Nyaman, Aman, dan Menyenangkan bagi Anak

Tingkatkan Kapasitas Kader, TP PKK Banjar Gelar Pelatihan Kesekretariatan untuk Perkuat Perencanaan Desa

Sementara itu, hasil pemantauan di Desa Mali-Mali pada pukul 18.25 WITA menunjukkan kondisi yang lebih mengkhawatirkan. Kadar oksigen terlarut berada pada kisaran 0,61 hingga 1,3 mg/liter, dengan pH tetap 6, kedalaman sungai hanya 1 hingga 2,5 meter, serta permukaan air sungai telah mengalami penurunan sekitar 2 meter. Tingkat kecerahan air juga tercatat antara 75 hingga 102 sentimeter.

Menurut Bandi Chairullah, rendahnya kadar oksigen terlarut menjadi ancaman bagi ikan yang dipelihara di keramba jala apung. Apabila kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, ikan akan mengalami stres, sulit bernapas, bahkan berpotensi mengalami kematian massal.

Ia menjelaskan bahwa pihak dinas sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi sejak Mei hingga Juni 2026 dengan memberikan sosialisasi, pengumuman, dan imbauan kepada seluruh pembudidaya ikan mengenai potensi dampak musim kemarau.

Dalam sosialisasi tersebut, para pembudidaya diminta memperkirakan waktu panen sebelum debit air sungai mengalami penurunan drastis. Selain itu, mereka juga diingatkan agar tidak melakukan penebaran benih ikan dengan kepadatan yang terlalu tinggi sehingga kebutuhan oksigen ikan tetap dapat terpenuhi meskipun kualitas air menurun.

“Sejak Mei sampai Juni kami sudah mengingatkan para pembudidaya agar mewaspadai perubahan iklim yang memasuki musim kemarau. Kami mengimbau mereka mengatur jadwal panen lebih awal dan tidak menebar ikan terlalu padat agar risiko kerugian bisa diminimalkan,” jelas Bandi.

Di lapangan, dampak musim kemarau mulai dirasakan langsung oleh para pembudidaya. Salah satunya adalah Salmi, pembudidaya ikan di Desa Mali-Mali.

DKPP Kabupaten Banjar berharap seluruh pembudidaya terus memantau kondisi sungai selama musim kemarau berlangsung. Perubahan kualitas air dapat terjadi dengan cepat, sehingga diperlukan kewaspadaan dan langkah antisipasi sejak dini untuk menjaga keberlangsungan usaha budidaya ikan.

Melalui pemantauan rutin dan koordinasi dengan para pembudidaya, pemerintah daerah berupaya menekan risiko kematian ikan akibat penurunan kualitas air. Langkah ini diharapkan mampu menjaga produktivitas sektor perikanan budidaya di Kabupaten Banjar sekaligus melindungi pendapatan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari usaha budidaya ikan di keramba jala apung.

Salmi mengatakan permukaan air sungai saat ini telah turun sekitar dua meter dibandingkan kondisi normal. Akibatnya, pasokan oksigen di dalam air semakin berkurang sehingga ikan bawal yang dipeliharanya mulai menunjukkan gejala kekurangan oksigen.

Meski demikian, kondisi tersebut masih dapat diatasi karena ikan segera dipanen sebelum mengalami kematian. Sekitar 500 kilogram ikan bawal berhasil diangkat dari keramba dan langsung dijual sehingga kerugian yang lebih besar dapat dihindari.

Ia mengaku bersyukur panen darurat masih bisa dilakukan tepat waktu. Jika panen terlambat beberapa hari saja, ikan dikhawatirkan akan mati akibat rendahnya kandungan oksigen di dalam air.

Share26Tweet16Send

Related Posts

Dua Bidang Dinas PUPR Banjar Tinjau Desa Gunung Batu, Percepat Solusi Air Bersih yang Dinantikan Warga Selama Puluhan Tahun

Dua Bidang Dinas PUPR Banjar Tinjau Desa Gunung Batu, Percepat Solusi Air Bersih yang Dinantikan Warga Selama Puluhan Tahun

by Az-Zukhairy
6 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJAR - Desa Gunung Batu, Kecamatan Sambung Makmur, kembali mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Banjar dalam upaya mengatasi...

Lulusan SMPN 1 Martapura Raih Medali Emas OMNAS 15, Harumkan Nama Kabupaten Banjar di Tingkat Nasional

Lulusan SMPN 1 Martapura Raih Medali Emas OMNAS 15, Harumkan Nama Kabupaten Banjar di Tingkat Nasional

by Az-Zukhairy
6 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJAR - Kabupaten Banjar kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan. Lulusan SMP Negeri 1 Martapura, Muhammad Farrasyil Huda...

Bunda PAUD Banjar Pastikan MPLS Ramah PAUD Berjalan Nyaman, Aman, dan Menyenangkan bagi Anak

Bunda PAUD Banjar Pastikan MPLS Ramah PAUD Berjalan Nyaman, Aman, dan Menyenangkan bagi Anak

by Az-Zukhairy
6 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJAR – Bunda PAUD Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas, melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)...

Load More

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In