REDAKAI8.COM, BANDAR LAMPUNG – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung www.radenintan.ac.id dalam memperkuat inovasi pendidikan berbasis teknologi terus menunjukkan progres signifikan. Melalui program riset nasional bergengsi MoRA The AIR Funds 2025, tim peneliti UIN Raden Intan Lampung tengah mengembangkan model kesiapan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung transformasi pembelajaran di perguruan tinggi.
Riset tersebut dipimpin dosen UIN Raden Intan Lampung, Dr. Nanang Supriyadi, M.Si bersama Suherman, Ph.D dan tim peneliti lainnya. Saat ini penelitian memasuki tahap pengumpulan data lapangan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang berlangsung pada 19 hingga 21 Mei 2026.

Penelitian ini mengangkat tema besar “Model Kesiapan Teknologi AI, Sikap, dan Kreativitas sebagai Penggerak Inovasi Pembelajaran Matematika dan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi”.
Dalam proses penelitian di Banda Aceh, tim menghimpun data langsung dari mahasiswa guna memetakan sejauh mana kesiapan penggunaan teknologi Artificial Intelligence, termasuk sikap adaptif dan kreativitas mahasiswa dalam mendukung pembelajaran modern, khususnya pada bidang Matematika dan Pendidikan Agama Islam (PAI).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan model pembelajaran masa depan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan berbasis nilai dan karakter.
Sebelumnya, pengumpulan data juga telah dilakukan di UIN Raden Fatah Palembang pada 6–8 Mei 2026. Ke depan, penelitian direncanakan berlanjut ke sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lainnya di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, hingga Makassar.
Rangkaian riset ini merupakan bagian dari penguatan ekosistem penelitian nasional yang telah dimulai sejak tahun lalu. Tahap awal penelitian dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung, khususnya Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Agama Islam.
Tak hanya itu, sebelum survei dilaksanakan, tim peneliti juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kampus Hijau UIN Raden Intan Lampung untuk menyusun instrumen penelitian dan panduan wawancara agar memenuhi standar akademik yang terukur dan komprehensif.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas, mulai dari Rektor, Wakil Rektor II, hingga jajaran biro akademik dan kerja sama.
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin, memberikan apresiasi atas konsistensi tim peneliti yang terus bergerak melakukan penguatan riset di berbagai daerah.
Menurutnya, penelitian mengenai kesiapan AI dalam dunia pendidikan menjadi langkah strategis yang sangat relevan di tengah percepatan transformasi digital global.
“Riset ini bukan hanya membahas penggunaan Artificial Intelligence dalam pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan masa depan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia berharap hasil penelitian tersebut mampu melahirkan model baru pemanfaatan AI dalam pembelajaran di perguruan tinggi, sekaligus memperkuat kontribusi akademik UIN Raden Intan Lampung dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Keberhasilan penelitian ini juga menjadi salah satu capaian penting UIN Raden Intan Lampung setelah lima tim dosennya dinyatakan lolos pendanaan Program MoRA The AIR Funds 2025, program hibah kolaborasi Kementerian Agama RI dan LPDP.
Selain tim Dr. Nanang Supriyadi, empat tim dosen lainnya yang turut lolos pendanaan yakni tim yang dipimpin Dr. Irwandani, M.Pd, Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag, Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, M.Pd, serta Dr. Hanif, S.E., M.M.
Pencapaian tersebut semakin menegaskan posisi UIN Raden Intan Lampung sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang aktif mendorong pengembangan riset, inovasi teknologi, dan transformasi pendidikan di Indonesia.



