REDAKSI8.COM, ARAFAH – Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), perangkat Kloter BDJ 08 terus melakukan pemantapan kepada jamaah agar siap secara fisik, mental, dan spiritual dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Salah satunya melalui kegiatan kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh Pembimbing Ibadah Haji BDJ 08, Dr. H. Fahmi Hamdi, Lc., M.A., Senin (25/5/2025) di Arafah.
Dalam tausiyahnya, Dr. Fahmi Hamdi menjelaskan tentang makna rukun Islam kelima, yakni ibadah haji, yang menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang memiliki kemampuan, baik secara fisik, finansial, maupun keamanan perjalanan. Ia menegaskan bahwa haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan spiritual yang penuh makna dan pengorbanan.

“Puncak dari ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijah. Di sanalah seluruh jamaah berhimpun untuk bermuhasabah, memperbanyak doa, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan, wukuf di Arafah memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ibadah haji. Bahkan, ibadah haji seseorang tidak sah apabila tidak melaksanakan wukuf. Momentum tersebut menjadi saat yang sangat istimewa karena seluruh jamaah dari berbagai negara, suku, bahasa, dan latar belakang berkumpul di tempat yang sama dengan mengenakan pakaian ihram yang sederhana.

Menurutnya, kondisi itu mengandung pesan mendalam tentang kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT. Tidak ada perbedaan derajat antara kaya dan miskin, pejabat maupun rakyat biasa. Seluruh jamaah berdiri dalam posisi yang sama sebagai hamba yang berharap rahmat dan ampunan-Nya.
Selain itu, Padang Arafah juga menjadi pengingat tentang kefanaan kehidupan dunia. Jamaah diajak untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbaiki diri, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Suasana wukuf yang penuh kekhusyukan menjadi momen terbaik untuk memperbanyak doa dan introspeksi diri.
“Wukuf bukan hanya sekadar hadir di Arafah, tetapi bagaimana hati benar-benar hadir untuk Allah SWT. Inilah kesempatan besar bagi jamaah untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta,” tambahnya.
Kegiatan kultum tersebut disambut antusias oleh jamaah Kloter BDJ 08. Banyak jamaah terlihat khusyuk menyimak tausiyah yang disampaikan sebagai bekal menghadapi puncak ibadah haji yang tinggal menghitung hari.
Melalui pemantapan ibadah tersebut, perangkat Kloter BDJ 08 berharap seluruh jamaah dapat memahami hakikat ibadah haji secara lebih mendalam, sehingga mampu menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan tenang, tertib, dan penuh kesadaran spiritual.
Dengan pemahaman yang kuat tentang makna wukuf di Arafah, jamaah diharapkan dapat meraih haji yang mabrur, yakni haji yang membawa perubahan menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan semakin dekat kepada Allah SWT.



