REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Kualitas riset di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menunjukkan tren positif yang signifikan.
Terpilihnya 12 dosen ULM sebagai penerima pendanaan Program Penelitian Multitahun Lanjutan Tahun Anggaran 2026 menjadi bukti konkritnya.
Keputusan ini tertuang dalam surat resmi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi nomor 195/DST/C3/DT.05.00/2026 yang dirilis pada 6 Maret 2026 lalu.
Berbeda dengan hibah penelitian reguler, pendanaan lanjutan itu merupakan bentuk apresiasi atas performa riset yang dianggap melampaui standar pada tahun pertama pelaksanaan.
Proposal-proposal tersebut sebelumnya telah mendapatkan hibah pada tahun 2025 melalui platform BIMA.
Berdasarkan evaluasi laporan akhir tahun yang ketat, tim reviewer nasional menyatakan bahwa 12 riset asal ULM tersebut layak melanjutkan penelitian ke tahun kedua tanpa harus melalui proses pengajuan proposal baru dari awal.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ULM, Prof. Sunardi, menjelaskan, keberhasilan itu menjadi indikator kuat para peneliti ULM mampu memenuhi janji luaran yang mereka tawarkan sebelumnya.
Baginya, penelitian yang didanai kembali berarti eksekusi di lapangan pada tahun pertama dinilai sukses dan memberikan hasil nyata sesuai target yang direncanakan.
“Capaian ini sekaligus membuktikan tanggung jawab moral dan profesionalitas dosen ULM dalam mengelola dana hibah negara,” katanya.
Apresiasi tinggi laun datang dari Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri. Menurutnya, torehan prestasi tersebut merupakan bukti nyata ekosistem riset di “Kampus Perjuangan” terus tumbuh dan semakin matang.
Menurut Rektor, keberlanjutan riset multitahun sangat penting supaya inovasi yang dihasilkan tidak berhenti di tengah jalan dan benar-benar bisa memberikan dampak luas bagi masyarakat, daerah, maupun perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional.
Dengan amannya pendanaan untuk tahun kedua itu, ULM berkomitmen terus mengawal proses penelitian tersebut hingga mencapai hilirisasi inovasi.
“Langkah ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika ULM lainnya untuk terus meningkatkan kualitas karya ilmiah agar mampu bersaing di kancah nasional dan internasional, sekaligus mempertegas posisi ULM sebagai pusat keunggulan riset di Kalimantan,” inginnya.



