REDAKSI8.COM, TABALONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) memilih cara yang lebih personal untuk menyerap persoalan pendidikan di daerah.
Melalui agenda Safari Ramadan di Kabupaten Tabalong, Rabu (25/2), di Balangan pada Kamis (26/2) hingga Jumat (27/2) di Kota Banjarbaru jajaran petinggi Disdikbud Kalsel turun langsung menemui para guru dan pengelola sekolah untuk mendengar keluh kesah yang selama ini mungkin hanya tersimpan di ruang-ruang kelas.
Langkah itu diambil guna memastikan kebijakan pendidikan di tingkat provinsi benar-benar selaras dengan realitas di lapangan, mulai dari sekolah negeri hingga swasta.
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra menegaskan, kehadirannya bersama jajaran kepala bidang bukan untuk agenda formalitas semata.
Ia membawa misi untuk membuka sumbatan komunikasi antara daerah dan provinsi.
“Harapannya, kedatangan kami ke kabupaten/kota dapat menjadi sesi berbagi dan menyampaikan aspirasi bagi bapak dan ibu sekalian. Kami ingin mendengar langsung persoalan-persoalan yang mungkin belum tersampaikan di tingkat provinsi,” ujar Tantri, Minggu (1/3/2026).
Dalam dialog tersebut, isu aksesibilitas di wilayah terluar dan pemerataan kualitas pengajar menjadi sorotan utama.
Tantri menekankan, keadilan pendidikan harus dirasakan oleh seluruh anak sekolah di Kalimantan Selatan tanpa terkecuali.
Semangat tersebut, menurutnya sejalan dengan prinsip global ‘No One Left Behind’, di mana setiap satuan pendidikan bahkan yang paling jauh sekalipun mesti mendapatkan fasilitas yang layak.
Selain mendengarkan, Disdikbud Kalsel memberikan ‘tantangan’ kepada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk lebih progresif. Tantri mendorong supaya MKKS berinovasi dalam menciptakan kegiatan positif bagi ekosistem pendidikan.
Kemudian transparansi forum musrenbang ditingkatkan agar kebijakan yang lahir benar-benar berbasis data dan kebutuhan riil sekolah.
Upaya mendengar dari bawah itu diharapkan menjadi kunci utama dalam memperbaiki sistem pendidikan sejak hulu hingga ke hilir.
“Hal ini dilakukan untuk memastikan peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Selatan, mulai dari proses penerimaan peserta didik hingga kualitas lulusan,” tutur Tantri. Melalui sinergi yang lebih erat ini, Disdikbud Kalsel optimistis dapat membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas bagi masa depan generasi muda Banua.



