Para duta yang berasal dari 20 kecamatan se-Kabupaten Banjar ini menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarkan edukasi pentingnya perencanaan masa depan, kesehatan reproduksi, serta bahaya pergaulan bebas di kalangan remaja.
Pelantikan dilakukan secara khidmat dan disaksikan para pejabat, guru pendamping, serta perwakilan organisasi remaja. Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Banjar, Khairullah Anshari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat strategis bagi pembinaan generasi muda.
Menurutnya, program Generasi Berencana (GenRe) merupakan salah satu upaya nyata pemerintah dalam mempersiapkan remaja agar mampu merencanakan kehidupan masa depan dengan lebih matang, baik dari segi pendidikan, karier, maupun keluarga.
“Diharapkan para Duta GenRe dapat menjadi role model sekaligus agen perubahan bagi rekan-rekan sebayanya. Mereka harus mampu menyosialisasikan dan mempromosikan program Generasi Berencana secara efektif agar tercipta remaja yang maju, mandiri, dan berakhlak agamis,” ujar Khairullah.
Ia juga menambahkan, kehadiran para Duta GenRe di setiap kecamatan diharapkan bisa membantu menekan angka pernikahan usia dini dan stunting, dua persoalan yang masih menjadi fokus pembangunan daerah.
Sementara itu, Kasi Ketahanan dan Bina Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Dinsos P3AP2KB, Sukini, menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan puncak dari kegiatan pembinaan Duta GenRe yang digelar selama dua hari (11–12 November 2025).
Selama pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi edukatif seperti dampak pernikahan dini, faktor penyebab stunting, kesehatan reproduksi remaja, serta bahaya pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.
Tak hanya teori, peserta juga diajak mengikuti sesi interaktif, games edukatif, dan kegiatan peningkatan kreativitas agar mereka siap menjadi komunikator yang efektif di lingkungan masing-masing.
“Duta GenRe yang sudah dilantik ini akan bertugas di daerah asalnya sebagai motivator dan agen perubahan. Mereka harus mampu mengajak rekan sebaya untuk berperilaku positif, menunda usia perkawinan, dan terus meningkatkan kualitas diri,” jelas Sukini.
Ia menegaskan, usia perkawinan ideal adalah minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki, sesuai anjuran BKKBN. Hal ini penting untuk mencegah stunting, keguguran, serta rendahnya tingkat pendidikan dan ekonomi keluarga muda.
Melalui pengukuhan ini, Dinsos P3AP2KB berharap muncul generasi muda Kabupaten Banjar yang cerdas, sehat, produktif, dan berakhlak mulia. Duta GenRe diharapkan menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya keluarga berencana dan ketahanan keluarga sejak dini.
Dengan semangat “Remaja Berencana, Indonesia Cemerlang”, para duta kini siap mengemban misi besar: menjadikan Kabupaten Banjar sebagai daerah yang kuat secara sosial, berdaya saing tinggi, dan ramah terhadap tumbuh kembang remaja.



