REDAKSI8.COM, BANJAR – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Banjar menggelar tasyakuran sebagai wujud rasa syukur dan penghargaan atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU), yakni K.H. Khalil Bangkalan dan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Rabu (12/11/2025) malam.
Acara tasyakuran di sekretariat DPC PKB Kabupaten Banjar ini dihadiri jajaran pengurus, kader, serta simpatisan PKB Kabupaten Banjar. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh rasa bangga atas penghormatan negara kepada dua sosok yang memiliki jasa luar biasa bagi bangsa dan umat.
Ketua DPC PKB Kabupaten Banjar, M. Zaini, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur keluarga besar PKB dan NU atas perhatian pemerintah terhadap perjuangan para ulama yang telah meletakkan dasar nilai kebangsaan dan keislaman di Indonesia.
“Kami di DPC PKB Kabupaten Banjar melaksanakan tasyakuran dalam rangka penganugerahan gelar pahlawan kepada K.H. Khalil Bangkalan dan K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ini bentuk rasa syukur kami bahwa pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo telah memberikan gelar tersebut kepada dua tokoh besar bangsa, guru para ulama, sekaligus pendiri NU dan PKB,” ujar M. Zaini.
Lebih lanjut, Zaini menjelaskan bahwa K.H. Khalil Bangkalan atau yang dikenal sebagai Syekhona Khalil, merupakan ulama besar dari Madura yang dikenal sebagai guru para pendiri Nahdlatul Ulama. Peran beliau sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, keilmuan, dan spiritualitas Islam yang moderat.
Sementara itu, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden ke-4 Republik Indonesia, dikenal sebagai tokoh pluralisme dan demokrasi. Gus Dur tidak hanya berjasa dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi, tetapi juga menjadi pendiri dan deklarator PKB yang membawa semangat perjuangan Nahdliyyin ke ranah politik kebangsaan.
“Dengan diberikannya gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh besar ini, kami merasa bangga dan bersyukur. Ini menjadi momentum bagi seluruh kader PKB dan warga NU untuk terus meneladani perjuangan mereka dalam menjaga persatuan bangsa dan menegakkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.
Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada kedua tokoh tersebut dianggap tepat dan layak karena keduanya memiliki kontribusi besar dalam membangun karakter bangsa. K.H. Khalil Bangkalan dikenal sebagai pendidik ulama-ulama besar, sedangkan Gus Dur adalah simbol demokrasi, toleransi, dan kemanusiaan yang diakui dunia.
Melalui kegiatan tasyakuran ini, DPC PKB Kabupaten Banjar berharap semangat perjuangan dua tokoh tersebut terus menginspirasi generasi muda, terutama kader NU dan PKB, agar selalu berjuang untuk kemaslahatan umat dan keutuhan NKRI.
“Ini bagian dari rasa syukur, rasa terima kasih keluarga besar NU dan PKB. Semoga perjuangan dan keteladanan beliau berdua menjadi inspirasi dalam membangun bangsa ke depan,” tutup M. Zaini.
Kabupaten Banjar Dipercaya Jadi Tuan Rumah Konsolidasi BKMT Kalsel, Pemkab Siap Berikan Dukungan Penuh
REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Konsolidasi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Tingkat Provinsi...



