REDAKSI8.COM – Sebanyak 435 Anak Yatim se Kota Banjarbaru hari ini mendapatkan tali asih, sejumlah peralatan sekolah dan perlengkapan salat dari donatour dan stakeholder melalui Pemko Banjarbaru yang dilaksanakan di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru, Kamis (19/8).
Kepala Bagian Kesejahteraan Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru Fadhillurahman menyampaikan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk dan wujud perhatian dari Pemerintah Kota Banjarbaru dan seluruh stakeholder serta para donatur terhadap keberadaan anak yatim/piatu yang ada di Kota Banjarbaru.

Dan dalam rangka menghibur para anak yatim maupun piatu dalam rangka perayaan Hari Anak Yatim 10 Muharram tahun 2021 M/ 1443 H, dengan berbagi kegembiraan kepada mereka yang hidup berdampingan di masyarakat.
Selain menyantuni Ia menerangkan, giat itu sekaligus membahagiakan para Yatim dengan memberikan mereka tali asih berupa peralatan sholat dan perlengkapan sekolah.
“Jumlah anak yatim/piatu di Kota Banjarbaru yang mendapatkan bantuan sebanyak 435 orang, dan mereka juga mendapat batuan uang tunai untuk masing-masing anak mendapat Rp 350.000,” ungkpanya.
“Dan sumbangan ini berasal dari ASN se Kota Banjarbaru, Bank Kalsel Cabang Banjarbaru, Q Mall Banjarbaru, Baznas Kota Banjarbaru serta sumbangan dari keluarga besar Hallaby dengan jumlah uang yang terkumpul Rp 152.250.000,” sambungnya.
Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono SE menyampaikan bahwa bersama-sama merayakan serta memaknai Peringatan Hari Raya Anak Yatim, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Baginya akibat pandemi covid 19 yang sedang dialami sekarang membuat semua kegiatan berubah.
“Kita harus memperbanyak berdiam di rumah. Dan kita harus selalu mematuhi protokol kesehatan dimana pun dan apapun kegiatan kita di luar rumah. Apalagi saat ini, dengan mutasi virus, anak-anak pun tidak kebal lagi akan paparan covid 19,” sarannya.
Oleh karena itu, Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono berpesan agar selalu mematuhi potokol kesehatan untuk kesehatan dan keselamatan bersama. Tentunya dengan selalu menerapkan 5M, memaki masker, menjaga jarak dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun dengan air yang mengalir, menjauhi keramaian atau kerumunan, dan mengurangi mobilitas atau kegiatan di luar rumah.
“Agar pandemi ini segera hilang dari daerah kita dan kita semua bisa beraktifitas normal kembali. Bisa sekolah lagi, belajar bersama, dan leluasa bermain dengan teman-teman serta beribadah dengan tenang,” Ia menukas.
Berdasarkan data dari satgas penanganan covid 19, per 20 Juli 2021 diketahui ada 11.045 anak menjadi yatim piatu, yatim atau piatu di seluruh Indonesia. Pada sisi lain jumlah anak yang terpapar covid 19 sebanyak 350.000 anak dan 777 anak meninggal dunia. Tingkat resiko anak sangat tinggi untuk terpapar covid 19. Oleh karena itu, pemerintah telah menetapkan kebijakan percepatan vaksinasi bagi anak-anak minimal usia 12 tahun.
Wartono juga menghimbau kepada anak-anak, agar jangan takut untuk di vaksin. Karena hal itu adalah salah satu bentuk ikhtiar memberantas pandemi covid-19.
“Kami juga mendoakan anak-anak sekalian agar tetap sehat dan tetap semangat dalam menempuh berbagai cobaan hidup. Karena cobaan-cobaan itulah yang akan membuat kalian lebih kuat, lebih sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan,” pungkasnya.



