
Hari ini pun katanya, pihaknya tengah melakukan vaksinasi massal kepada para siswa siswi pelajar di Kota Banjarbaru sebagai bentuk persiapan menghadapi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang di pusatkan di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota berjuluk Kota Pendidikan ini.
Setelah itu jumlah setiap vaksin yang akan tiba di kota Banjarbaru Ia mengaku tidak pernah diketahui. Lantaran, jumlah alokasi vaksin yang datang ke setiap daerah dalam hal ini Kota Banjarbaru ditentukan oleh pemerintah pusat.

“Ini kewenangan pemerintah pusat kita cuma menunggu saja,” ujarnya.
Namun, jika ketersediaan vaksin mulai menipis sambungnya, pemerintah pusat mulai menyalurkan vaksin secara bertahap ke provinsi dan diteruskan lagi ke daerah-daerah.
“Vaksin yang masuk ke setiap daerah selanjutnya di tujukan ke instalasi Dinas Kesehatan setempat. Satu dua hari kemudian vaksin disebarluaskan ke tiap-tiap fasilitas kesehatan,” Ia memaparkan.
“Jika di Banjarbaru kita bagikan ke 22 fasilitas kesehatan yang melaksanakan vaksinasi, supaya meminimalisir jumlah kerumunan saat pelaksanaan vaksinasi. Baik itu puskesmas, rumah sakit swasta, TNI Polri dan klinik-klinik yang ada. Tidak terpusat di satu titik saja,” lebih jauh kepada Redaksi8.com.
Meskipun pendistribusian vaksin tidak merata di setiap fasilitas kesehatan dikarenakan adanya perbedaan jumlah penduduk tiap wilayah kelurahan maupun kecamatan, MIrza berharap, vaksinasi massal perlu juga dilaksanakan supaya bisa mencakup lebih banyak masyarakat yang menginginkan vaksinasi. Serta tetap mengedepankan protokol kesehatan saat berlangsung giat vaksinasi.



