REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kesehatan gigi dan mulut para residen menjadi perhatian serius di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan Pemulihan Rehabilitasi Korban Narkoba (YPR Kobra) Kalimantan Selatan (Kalsel).
Hal itu terungkap dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Rabu (21/1/26).
Kaur Kesehatan YPR Kobra Kalsel Sherly Susanti mengatakan, pihaknya sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan tenaga dan fasilitas kesehatan, termasuk dokter gigi, guna meningkatkan kualitas kesehatan residen.
“Ya, tentu kami sangat terbuka untuk mengembangkan jejaring ke seluruh fasilitas kesehatan, termasuk dengan pihak dokter gigi. Mengingat kesehatan gigi dan mulut itu sangat penting untuk klien kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, apabila kerja sama dengan pihak kedokteran gigi terjalin ke depannya, YPR Kobra siap mengisi berbagai kegiatan yang bersifat promotif dan preventif.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan gigi, serta pemeriksaan dasar dan konsultasi medis dasar,” jelasnya.
Sherly berharap, dengan adanya kolaborasi bersama tim medis bisa membantu meningkatkan kesehatan mulut para residen, serta dapat berkelanjutan dan saling mendukung.
“Kami sebagai bidang medis mengharapkan adanya kerja sama yang saling mendukung dan peningkatan kesehatan gigi dan mulut bagi klien kami,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa kedokteran gigi, Muhammad Rifky Adriyan mengatakan, penyalahgunaan narkoba dapat berdampak langsung pada kesehatan gigi dan mulut.
Dampak tersebut muncul baik dari sisi klinis maupun perubahan pola hidup atau ebiasaan sehari-hari.
“Secara klinis, penggunaan narkoba bisa menyebabkan mulut kering atau xerostomia. Dari sisi kebiasaan, residen cenderung kurang menjaga kebersihan mulut, jarang menyikat gigi, dan tidak melakukannya pada waktu yang tepat, sehingga kondisi gigi semakin memburuk,” jelasnya.
Selain itu, gangguan kecemasan juga dapat memicu kebiasaan mengertakkan gigi atau bruxism sehingga gigi menjadi aus dan terlihat rata.
Oleh karena itu perawatan gigi dan mulut sangat penting karena berhubungan langsung dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
“Jika terjadi masalah pada gigi dan mulut, infeksi bisa muncul dan memengaruhi kesehatan fisik maupun mental seseorang,” tekannya.
Terkait hasil pemeriksaan residen YPR Kobra, Rifky mengungkap, pemeriksaan dilakukan menggunakan tiga indikator, yakni gigi berlubang aktif, gigi yang hilang atau dicabut akibat karies, serta gigi yang telah ditambal.
“Hasilnya, mayoritas residen YPR Kobra masih memiliki gigi berlubang aktif. Kemudian disusul gigi yang hilang atau dicabut karena berlubang, dan masih sangat sedikit residen yang sudah mendapatkan perawatan berupa tambalan,” paparnya.
Secara umum, kondisi kesehatan rongga mulut residen YPR Kobra Kalsel dinilai masih sangat kurang.
“Kondisi ini memerlukan tindakan perawatan segera ke dokter gigi agar tidak menimbulkan komplikasi lebih lanjut,” tuntasnya.



