REDAKSI8.COM, BANDAR LAMPUNG – Lulusan Ma’had Al Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung www.radenintan.ac.id tidak cukup hanya menjadi penghafal Al-Qur’an. Mereka dituntut mampu menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan sehingga menjadi teladan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Raden Intan Lampung, Bambang Budiwiranto, Ph.D., saat mewakili Rektor pada acara Takrim al-Najihin, Haflah Al-Takharuj, dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Ma’had Al Jami’ah UIN RIL Tahun 2026 di Gedung Serba Guna KH Ahmad Hanafiah, Minggu (7/6/2026).

Dalam sambutannya, Bambang menegaskan bahwa keberhasilan seorang mahasantri tidak diukur semata dari banyaknya hafalan Al-Qur’an, tetapi dari kemampuannya mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku, akhlak, dan pengabdiannya kepada masyarakat.
“Jangan hanya menghafal Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an sebagai standar hidup kita. Jadilah living Quran yang mewarnai akhlak, perilaku, dan cara kita berinteraksi dengan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Bambang, Ma’had Al Jami’ah hadir bukan sekadar sebagai asrama mahasiswa, melainkan sebagai pusat pembinaan karakter yang membentuk pribadi muslim berintegritas. Melalui pembiasaan ibadah, kedisiplinan, dan kehidupan bersama, mahasiswa dipersiapkan menjadi lulusan yang unggul secara intelektual sekaligus matang secara spiritual.
Ia menjelaskan, konsep pembinaan berbasis ma’had telah menjadi model pendidikan karakter yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi. Pendekatan tersebut diyakini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki moralitas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang kuat.
“Tujuan utama ma’had adalah membangun karakter mahasiswa melalui proses pembiasaan. Mereka dibentuk agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga fondasi spiritual yang kokoh,” ujarnya.
Bambang turut mengapresiasi capaian para mahasantri yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an, khususnya Juz 30. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan anugerah sekaligus amanah yang harus dijaga dengan terus mengamalkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai keberadaan Ma’had Al Jami’ah menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang siap menjawab tantangan zaman. Lulusan diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan akademik, tetapi juga menjadi rujukan masyarakat dalam kehidupan keagamaan.
Lebih jauh, Bambang mengingatkan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual atau indeks prestasi kumulatif (IPK). Dunia kerja dan kehidupan sosial, katanya, lebih banyak membutuhkan pribadi yang memiliki etika, integritas, kemampuan berkomunikasi, serta sikap menghargai orang lain.
“Banyak orang diterima dan dipercaya di berbagai tempat bukan semata karena kecerdasannya, melainkan karena memiliki attitude yang baik dan kemampuan membangun hubungan sosial,” katanya.
Ia menambahkan, pembinaan di Ma’had Al Jami’ah juga menjadi wujud nyata implementasi motto UIN Raden Intan Lampung ber-ISI (Intelektual, Spiritual, dan Integritas). Ketiga aspek tersebut diharapkan melekat dalam diri setiap lulusan sebagai bekal menghadapi dinamika kehidupan.
Menutup sambutannya, Bambang mengajak seluruh wisudawan untuk terus menjaga tradisi baik yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di ma’had. Nilai-nilai kedisiplinan, keikhlasan, akhlak mulia, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an diharapkan tetap menjadi identitas mereka, baik saat kembali ke lingkungan kampus, keluarga, dunia kerja, maupun masyarakat luas.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 430 peserta mengikuti prosesi Takrim al-Najihin. Mereka terdiri atas 15 mu’allim dan mu’allimah purnatugas, 69 wisudawan Program Takharruj Semester IV, 184 wisudawan Program Takharruj Semester II, serta 162 wisudawan Tahfidz Al-Qur’an. Prosesi ini menjadi momentum apresiasi atas keberhasilan pembinaan karakter dan spiritual mahasiswa, sekaligus peneguhan komitmen UIN Raden Intan Lampung dalam mencetak generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi bagi bangsa dan umat.



