REDAKSI8.COM, BALANGAN – Eksistensi organisasi radio amatir di era modern kini dituntut untuk bergeser dari sekadar ruang hobi menjadi instrumen penyelamat dalam situasi krisis.
Visi penguatan fungsi strategis ini menjadi corak utama pasca-resminya pengukuhan Pengurus Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Kabupaten Balangan masa bakti 2026–2029.


Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Gedung Budaya Balangan pada Minggu (14/6/2026) tersebut, menandai babak baru reorganisasi komponen cadangan komunikasi daerah.
Hadirnya Wakil Bupati Balangan, H. Akhmad Fauzi, bersama deretan pemangku kebijakan dalam pengukuhan ini menegaskan posisi tawar ORARI yang kian krusial bagi pemerintah daerah.
Di bawah nakhoda baru, komunitas frekuensi ini diproyeksikan tidak hanya mengisi ruang udara, melainkan disiagakan sebagai lini pertahanan informasi, terutama dalam mitigasi kebencanaan dan kedaruratan yang membutuhkan penetrasi komunikasi cepat ke wilayah pelosok.
Ketua ORARI Kabupaten Balangan terpilih, Saiful Arif, menyadari betul beban taktis yang berada di pundak organisasinya.
Mengawali masa bakti, ia langsung membakar semangat korps dengan menekankan bahwa kekompakan internal harus dikonversikan menjadi daya guna yang berdampak langsung pada ketahanan sosial kemanusiaan masyarakat bumi Sanggam.
“Soliditas dan kebersamaan yang selama ini terbangun harus terus dipertahankan. ORARI tidak hanya hadir untuk mendukung komunikasi radio amatir, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan sosial dan membantu masyarakat ketika dibutuhkan,” ujar Saiful Arif memberikan komando kepada seluruh anggotanya.
Langkah taktis ORARI ke depan diprediksi akan berjalan lebih dinamis mengingat kapasitas Saiful Arif yang juga menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Balangan.
Kombinasi kepemimpinan politik dan organisasi kemasyarakatan ini diharapkan mampu mempermudah penetrasi program kerja ORARI, sekaligus mempercepat proses integrasi dengan instansi penanggulangan bencana dan organisasi vertikal lainnya.
Melalui arah baru kepengurusan ini, ORARI Balangan kini melepaskan citra lamanya sebagai sekadar wadah berkumpulnya para peminat radio.
Dengan dikukuhkannya struktur baru, organisasi ini memantapkan posisinya sebagai mitra logistik komunikasi yang mandiri, responsif, dan siap digerakkan kapan pun jalur komunikasi konvensional daerah mengalami kelumpuhan akibat situasi darurat.



