REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Bagi warga yang tinggal di bantaran sungai di Kalimantan Selatan diimbau untuk tetap waspada terhadap kenaikan air selama sepekan ke depan, khususnya di wilayah Kabupaten Banjar dan Banjarmasin.
Sebab, dua wilayah itu kerap menjadi wilayah paling terdampak saat intensitas curah hujan sangat tinggi.

Dari pantauan Redaksi8.com Senin (15/12/2025) dini hari, air mulai masuk ke dalam pemukiman warga yang tinggal di bantaran sungai Martapura. Lantaran hujan yang tidak berhenti sejak Minggu (14/12/2025).
Akan tetapi, terdapat bahaya lain yang mengintai saat intensitas hujan naik hingga menyebabkan kenaikan permukaan air ke dalam pemukiman warga, yakni penyakit.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, beberapa penyakit yang sering menyerang korban kenaikan air mapun banjir, diantaranya:
Leptospirosis.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang berasal dari air kotor yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus. Gejala meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga gangguan ginjal dan hati yang berpotensi fatal jika tidak segera ditangani.
Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan
Air banjir sering membawa bakteri seperti E. coli dan Salmonella yang dapat menyebabkan diare berat. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya akses terhadap air bersih dan makanan higienis di pengungsian.
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Genangan air pasca banjir menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah. Kasus DBD sering meningkat setelah banjir karena kurangnya upaya pencegahan seperti fogging dan pembersihan lingkungan.
Infeksi Kulit dan Jamur
Terpapar air kotor dalam waktu lama dapat menyebabkan infeksi kulit, terutama bagi mereka yang memiliki luka terbuka. Jamur juga berkembang dengan cepat di lingkungan lembab, menyebabkan penyakit seperti kutu air dan eksim.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Kondisi pengungsian yang padat, kurangnya ventilasi, dan paparan udara lembab dapat memicu ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia. Batuk, pilek, dan sesak napas adalah gejala yang sering muncul.
Upaya Pencegahan dan Penanganan
Pemerintah dan tenaga medis telah menghimbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan guna menghindari penyebaran penyakit:
Menghindari kontak langsung dengan air banjir yang kotor.
Menjaga kebersihan makanan dan minuman dengan mengonsumsi air matang.
Menggunakan obat nyamuk atau melakukan fogging untuk mencegah DBD.
Menjaga kebersihan tubuh dan pakaian dengan sabun antiseptik.
Segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala penyakit pasca banjir.



