REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin melaporkan pembaruan Tinggi Muka Air (TMA) pada Senin, (15/12/2025) pukul 09.00 WITA.
Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah bendungan dan sungai di Kalimantan Selatan berada pada status waspada, siaga bahkan bahaya.

Pada kategori bendung, Bendung Karang Intan di Kabupaten Banjar tercatat memiliki TMA 10,7 meter dengan kondisi cuaca mendung dan berstatus waspada.
Lalu, Bendung Batang Alai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Bendung Pitap di Kabupaten Balangan masing-masing berada pada status siaga dengan TMA 9,56 meter dan 9,4 meter.
Bendung lainnya, seperti Bendung Tapin, Amandit, Telaga Langsat, Batulicin, Sungai Bungur, dan Karau masih berada pada kondisi normal.
Untuk bendungan, Bendungan Tapin di Kabupaten Tapin berada pada elevasi +140,76 meter dengan curah hujan tercatat 24,8 milimeter dan status normal.
Adapun Bendungan Riam Kanan di Kabupaten Banjar tercatat pada elevasi +57,765 meter dengan kondisi cuaca mendung.
Pada fasilitas embung, sebagian besar masih berada dalam kondisi normal. Namun, Embung Kebun Raya Banua di Kota Banjarbaru tercatat berstatus waspada dengan elevasi +30,1 meter.
Embung lainnya, seperti Langsat Besar, Kampung Banjar, Salimuran, dan Ujung Batu berada pada status normal.
Sementara itu, pemantauan sungai menunjukkan kondisi yang lebih beragam.
Sungai Riam Kanan di Kabupaten Banjar tercatat pada TMA 6,98 meter dan masuk dalam status bahaya.
Selain itu, Sungai Martapura di Kabupaten Banjar serta Sungai Balangan Batumandi di Kabupaten Balangan berada pada status siaga.
Beberapa sungai lain, seperti Kanal Banjir Barabai, Sungai Veteran di Kota Banjarmasin, Sungai Amandit, Sungai Tabalong, dan Sungai Barito di Buntok Kota berada pada status waspada.
Adapun sungai-sungai lain, termasuk Sungai Barabai, Nagara, Kusan, Maluka, Pagatan Besar, serta Sungai Barito di Muara Teweh dan Puruk Cahu masih berada pada kondisi normal.
BWS Kalimantan III Banjarmasin mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dan bendung untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air, terutama di wilayah yang saat ini berstatus siaga dan bahaya, serta terus memantau informasi resmi dari instansi terkait.



