REDAKSI8.COM – Sulitnya meraih pekerjaan dan berangan-angan memiliki penghasilan banyak, cepat bahkan mudah didapat, tidak sedikit oknum-oknum memilih jalan ekstrim yang melanggang jalur hukum agar memperoleh hal-hal tersebut.
Seperti misalnya melakukan pencurian, perampokan, penjarahan, begal bahkan penipuan berencana. Adapula yang memilih berdagang napza.
Ditengah pandemi saat ini, kondisi mata pencaharian yang cenderung rumit kemungkinan memicu terjadinya giat kriminal.
Seperti yang dirasakan Maulana, warga Kota Banjarbaru yang namanya disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ia mengaku, sekitar pukul 12 siang Wita tadi seseorang dengan nomor telpon tidak dikenal mengatasnamakannya dan menghubungi temannya bernama Hajah lewat via whatsApp.
Selain sempat menanyakan kabar, pelaku berupaya meminta izin untuk bisa menghubungi Hajah melalui sambungan telpon, dengan alasan ada hal menarik yang ingin dibicarakan.bSaat itu sambungnya, Hajah telah berada di Kantornya.
“Untung saja temen saya tau dan sadar bahwa itu bukan saya, walaupun poto profil pelaku menggunakan poto saya. Karena cara dia melakukan chat dan kalimat yang digunakan sangat berbeda dengan saya, ototmatis temen saya langsung mengakhiri chat dengan berdalih sibuk,” terangnya kepada Redaksi8.com, Senin (22/6).
Maulana juga mengatakan, poto profil yang digunakan pelaku adalah poto profil akun facebook miliknya.
Adapun isi percakapan antara pelaku dan Hajah di dalam via whatsApp dari pukul 12.14 Wita hingga 15.20 Wita yang sempat dicapture, berikut diturunkan redaksi8.com.
Pelaku : Assalamualaikum wr. wb, bagaimana kabarnya bu..(12.14 wita)
Hajah : wa alaikum salam wr. wb (12.15 wita)
Pelaku : Kabar keluarga bagaimana..(12.24 wita)
Hajah : Baik Alhamdulillah (12.24 wita)
Pelaku : Sekiranya bu hajah lagi tidak ni..(12.29 wita)
Pelaku : Sekiranya bu hajah lagi sibuk tidak ni..(12.30 wita)
Hajah : Maaf ada tamu (12.31 wita)
Pelaku : Sekiranya bu hajah lagi sibuk, boleh saya telpon tidak..(15.19 wita)
Pelaku : Kebetulan ini ada info menarik yang mau disampaikan (15.19 wita)
Hajah : Maaf saya lagi di rs (15.20 wita)
Dari percakapan tersebut, terlihat pelaku sempat bersabar seolah mengerti kesibukan Hajah. Lebih dari 2 jam setelah percakapan terakhir, pelaku kembali menghubungi hajah dan mencoba menarik perhatian dengan iming-iming informasi menarik.
Tanpa diketahui si pelaku, Hajah menghubungi Maulan dan mengonfirmasi nomor pelaku. Maulana membeberkan, nomor itu bukan nomor miliknya, apalagi nomor itu pun tidak pernah ada di dalam kontak telpon Maulana maupun Hajah.
“Saya menyarankan kepada masyarakat Banjarbau maupun sekitarnya, berhati hati menerima pesan atau nomor telpon yang tidak di kenal. Terutama yang mengatasnamakan dan memampang photo seseorang atau teman anda. Sebaiknya di cek kepada yang bersangkutan langsung, supaya tidak terjadi kesalahpahaman,” saran Maulana.
Diketahui, Maulana dan Hajah bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.



