REDAKSI8.COM – Pemeritah Kota Banjarbaru sangat serius dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Banjarbaru. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mendata setiap penumpang yang baru datang dan akan tinggal di Banjarbaru melalui Bandara Internasional Syamsuidn Noor.
Untuk itu Pemko Banjarbaru menempatkan beberapa petugas dari Dinas Kesehatan untuk melakukan pendataan penumpang yang datang. Secara teknis, di meja pendataan ini petugas memberikan formulir yang berisi data nama, alamat dan nomor telpon serta riwayat perjalanan yang harus diisi oleh penumpang yang akan datang ke Banjarbaru.
Setelah itu penumpang akan diminta mencelupkan salah satu jarinya ke dalam botol tinta. Nantinya, bekas tinta ini akan menjadi tanda bahwa yang bersangkutan baru datang dari luar kota atau dari
daerah zona merah penyebaran Covid-19.

Walikota Banjarbaru, H Nadjmi Adani meninjau langsung pelaksanaan pendataan ini, sekaligus menyerahkan satu kotak tinta akan yang digunakan oleh petugas pendataan di Bandara. Menurut Nadjmi, untuk mencegah penyebaran Covid-19, salah satu yang harus diperketat adalah pintu masuk ke Banjarbaru. Karena itu, pihaknya mencoba mengindentifikasi kedatangan warga ke Banjarbaru.
“Dari depan kita kawal, mengisi data dan mencelupkan jari ke tinta” ujarnya, Minggu pagi (5/4).
Tinta yang digunakan akan bertahan lebih dari 1 minggu. Bekas tinta ini kata Nadjmi Adhani, akan menjadi ciri orang tersebut baru datang dari luar. Sehingga pemerintah dan petugas bisa mengontrol dan berwaspada kepada yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri di rumah.
“Kita tidak bisa melakukan pengawasan selama 24 jam. Oleh karenanya diperlukan kesadaran diri untuku melakukan isolasi mandiri. Kesadaran keluarga yang harus memberikan dukungan. Masyarakat juga harus terus waspada dan mengingatkan,” terangnya.
“Makanya kita tandai dengan tinta karena
penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 harus dilaksanakan bersama” akhiri Nadjmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Rizana Mirza, M.Kes kepada mereka yang baru datang ditetapkan status sebagai ODR (Orang dalam Resiko) dan akan ada petugas dari puskesmas dan relawan yang akan memantau keadaan mereka.
Upaya in, untuk mengantisipasi banyaknya arus kedatangan pelajar, santri dan warga dari zona merah penyebaran Covid-19 dan untuk memastika bahwa kondisi di Banjarbaru tetap kondusif.
“Seperti yang disampaikam bapa Walikota Banjarbaru, kita ingin melalui Gugus Tugas Provinsi agar Kabupaten/Kota lain
di Kalsel ikut melakukan pendataan yang sama sejak dari Bandara,” beber Rizana Mirza.
Kegiatan pemantaun kali ini, juga turut didampingi oleh General Manager PT. Angkasa Pura, Kapolres Banjarbaru, Kodim 1006 MTP dan kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru.



