REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (RI) resmi mengukuhkan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby sebagai Bunda Literasi Banjarbaru.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Dr. Adin Bondar di Aula Gawi Sabarataan pada Kamis (2/10/25).

Sosok Lisa dianggap layak menjadi figur penggerak yang mampu menginspirasi warga untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Dr. Adin Bondar menilai Lisa Halaby bukan sekadar pemimpin daerah, tetapi contoh nyata yang bisa mendorong terciptanya lingkungan literat di Banjarbaru.
“Sosok Bunda Literasi ini menjadi teladan bagi masyarakat. Dari peran seorang ibu lahir generasi cerdas yang cinta membaca,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran Bunda Literasi penting untuk menguatkan arah kebijakan dan komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memperluas akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan adanya Bunda Literasi, diharapkan kebijakan dan politik anggaran dapat berpihak pada penguatan budaya baca dan peningkatan kecakapan literasi,” jelasnya.
Adin menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan kemajuan teknologi dan media sosial yang berdampak pada perilaku masyarakat.
Karena literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami, menyaring, dan menggunakan informasi secara cerdas di era digital.
“Bunda Literasi akan menjadi kunci dalam mempercepat tumbuhnya generasi emas yang siap menghadapi arus informasi global,” tekannya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby menyampaikan rasa terimakasih atas kepercayaan yang diberikan, dan menegaskan kesiapan dirinya untuk menggerakkan masyarakat Banjarbaru agar semakin mencintai literasi.
“Alhamdulillah, Banjarbaru sudah berada di posisi kedua terbaik tingkat literasi se-Kalimantan Selatan. Kami akan terus menanamkan semangat membaca melalui berbagai kegiatan literasi di seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.
Lisa berharap, gerakan literasi tidak berhenti di kalangan pelajar, tetapi juga menyentuh para orang tua dan komunitas.
Serta Ia menegaskan, bahwa membangun budaya literasi berarti membangun fondasi kecerdasan masyarakat.
“Tugas saya sebagai Bunda Literasi adalah memastikan semangat membaca menjadi bagian dari kehidupan warga Banjarbaru,” tuntasnya.



