REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Beredarnya wacana pembelajaran daring maupun sistem hybrid pasca libur Idulfitri 1447 Hijiriah menjadi perhatian sejumlah sekolah.
Meskipun belum ada keputusan final, pihak sekolah mulai menyiapkan diri apabila kebijakan tersebut benar-benar diterapkan oleh Pemerintah.

Kepala SD Negeri 1 Loktabat Utara, Muhammad Muhransyah mengatakan, pembelajaran daring memiliki keterbatasan, terutama jika diterapkan dalam waktu lama terhadap proses pendidikan anak secara menyeluruh.
“Memang di satu sisi pembelajaran dare ini tidak akan terlalu efektif untuk jangka panjang pendidikan anak secara menyeluruh,” ujarnya.
Muhran, sapaan akrabnya menegaskan, sekolah pada prinsipnya akan tetap menyesuaikan diri dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah, termasuk jika pembelajaran daring diberlakukan setelah libur Idulfitri.
“Sekali lagi, sebagai pelaksana di satuan pendidikan kita akan melaksanakan sesuai ketentuan ataupun arahan dari Pemerintah,” jelasnya.
Menurutnya, skema pembelajaran daring yang diwacanakan saat ini kemungkinan tidak akan sama seperti yang diterapkan pada masa pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Sebab, sejauh informasi yang diterima, pelaksanaannya tidak dilakukan setiap hari.
“Kita berandai-andai, kalaupun itu melaksanakan bayangan kita tidak seperti waktu pembelajaran berani waktu Covid-19, tidak seperti itu. Karena wacananya itu tidak setiap hari (pelaksanaannya),” katanya.
Meski demikian, apabila kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, maka pihak sekolah menilai tetap diperlukan waktu untuk melakukan penyesuaian, terutama terkait pelaksanaan teknis di lapangan dan kesiapan para peserta didik.
“Tentu saja sekolah tidak mau pasti siap. Akan tetapi tentu perlu waktu untuk menyesuaikan dengan petunjuk teknis, kemudian hal itu dikeluarkan atau dilaksanakan oleh pemerintah,” tutupnya.



