REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Bungkusan sampah plastik di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Guntung Lua di Jalan Al Jafri, Kelurahan Kemuning, Kota Banjarbaru mulai meluber hingga ke luar penampungan.
Bau tak sedap tercium dari lokasi TPS yang berdempetan dengan makam muslimin.
Tumpahan sampah rumah tangga di TPS tersebut dinilai menggangu warga dan para pengguna jalan sekitar.
Seorang warga setempat Devi mengaku, aroma bau sampah di TPS Guntung Lua begitu menyengat. Saking tercemarnya, nyamuk dan lalat mulai berkeliaran di sekitaran rumahnya.
Penyebab sampah mulai berhamburan ke luar TPS salah satunya diduga karena ulah para pemulung.
Sampah dilempar sembarangan dan diobok-obok oleh pemulung.
Ditambah, setiap kali turun hujan, sampah tersebut terbawa air menuju saluran drainase hingga menutup gril-gril drainase.
Akibatnya, air yang kerap turun melalui saluran-saluran drainase, kini meluap ke jalan.
“Sangat bau dan mengganggu, apalagi sampah diobok-obok pemulung, dan kalo banjir sampahnya kemana-mana berserakan,” ungkapnya.
“Kadang-kadang juga orang ziarah kemakam terganggu karena baunya,” sambungnya.
Devi mengatakan, sebelumnya TPS Guntung Lua sempat diminta Walikota untuk dipindah saja, namun banyak masyarakat yang tidak setuju.
Pasalnya menurut Devi, jika TPS Guntung Lua dipindah, banyak warga yang merasa kejauhan membuang sampah rumah tangganya.
“Kalo malam mobil dijalan itu tidak bisa lewat, padahal Walikota langsung yang minta dipindah tapi masyarakatnya tidak mau, alasannya pak Walikota tidak melewati RT dan Lurah,” terangnya.
Sementara itu, Kasi Penanganan Sampah dan Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru M. Kamryansyah mengatakan, sebelumnya TPS Guntung Lua memang sempat hendak dipindah ke Guntung Paikat, karena disana dekat dengan Pusat Daur Ulang (PDU).
Akan tetapi, lantaran banyak alasan dari masyarakat yang membuang sampah mandiri kejauhan, sehingga TPS di Guntung Lua tetap dipertahankan.
“Pernah hendak kita tutup, tapi ada komplain dari masyarakat kejauhan TPS nya, jadi tetap disana kita pertahankan sesuai permintaan dari warga,” terangnya.
Kelurahan Kemuning dan pengawas makam muslimin telah memberi lahan untuk melebari TPS Guntung Lua, yang mana awalnya hanya berukuran 5 meter, maka diperpanjang lagi 5 meter agar bisa di tempatkan container sampah.
“Jadi kemungkinan disana tidak menggunakan secara manual lagi, tapi ditaroh dikontainer dan dalam sehari akan dilakukan dua kali pengangkutan,” katanya.
Katanya, untuk membuat landasan kontainer, pihaknya sudah mulai menutup saluran drainase dengan mengecornya.
“Mudah-mudahan kita cepat mengerjakan itu dan bisa tertanggulangi sampahnya, karena dari Kelurahan Kemuning itu satu-satunya TPS yang ada disana,” tandasnya.
Penulis Irma



