REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarbaru melakukan monitoring ke pasar tradisional dan ritel modern untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dari hasil pemantauan menunjukkan stok kebutuhan pokok secara umum masih aman terkendali.

Adapun sejumlah titik-titik yang dilakukan pemantauan mulai dari Pasar Bauntung Banjarbaru, Indomaret hingga Minimarket Pinus.
Langkah tersebut dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) guna memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga tidak mengalami lonjakan signifikan menjelang Lebaran.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Banjarbaru, Muriani menyampaikan, sidak dilakukan untuk melihat langsung kondisi stok serta harga bahan pokok di lapangan.
“Hari ini kita mengadakan sidak pasar untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, barang-barang penting itu di pasar, supermarket atau Indomaret ini dalam keadaan aman. Alhamdulillah, stok mencukupi,” ujarny saat diwawancarai, Jum’at (13/3/26).
Ia menyebutkan, secara umum harga sejumlah komoditas masih relatif stabil meskipun ada beberapa yang mengalami kenaikan namun tidak signifikan.
“Walaupun ada beberapa komoditas yang harganya naik tapi tidak signifikan. Mudah-mudahan 2-3 hari sampai mendekati lebaran harganya tetap terkendali. Harapan kami seperti itu,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemerintah Daerah sebelumnya juga telah melaksanakan pasar murah sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Mungkin kalau seperti pasar murah kita tidak melaksanakan lagi ya karena sudah dilaksanakan kemarin. Tapi tadi ada kenaikan mungkin sekitar Rp3 ribu untuk beras, tidak terlalu signifikan,” tuturnya.
Selain itu, Muriani menjelaskan, beberapa komoditas memang memiliki harga yang fluktuatif, seperti ikan haruan yang kerap mengalami perubahan harga setiap hari.
“Cuman kalau seperti ikan haruan itu memang naik, karena memang harganya fluktuasi setiap hari,” katanya.
Sementara untuk komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih masih relatif stabil dengan variasi harga yang disesuaikan dengan kualitas barang di pasar.
“Kalau bawang juga masih terkendali karena di Pasar Bauntung itu kan sudah terpilah. Jadi ada yang Rp40 ribu, ada Rp43 itu memang tergantung kualitas bawangnya,” jelasnya.
Kemudian, pasokan daging ayam juga dipastikan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya.
Ia menegaskan, Pemerintah Daerah akan terus memantau kondisi pasar guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, sebab harga lebih banyak dipengaruhi oleh jalur distribusi dari pemasok.
“Kita dari Pemda memastikan bahwa ketersediaan itu yang pasti dulu. Terkait harga kita paling memintakan supaya jangan terlalu tinggi. Tapi mereka juga kan ngambilnya dari tempat lain bukan dari milik mereka sendiri,” terangnya.
Dalam monitoring tersebut, tim juga melakukan pengecekan terhadap produk yang dijual di ritel modern. Hasilnya, ditemukan satu produk makanan ringan yang telah melewati masa kedaluwarsa di salah satu gerai minimarket.
“Alhamdulillah kalau di Minimarket Pinus tidak ada temuan. Tapi tadi di Indomaret ada temuan sedikit yaitu ada makanan ringan yang kadaluwarsa,” ucapnya.
Adanya temuan itu, Muriani mengingatkan, kepada pengelola ritel untuk lebih rutin melakukan pengecekan terhadap produk yang dijual kepada konsumen.
“Kita minta yang pasti untuk mengecek barang-barang kadaluwarsa itu. Kita menyarankan saja supaya tetap diefektifkan untuk pengecekan, jangan sampai lengah seperti itu,” pungkasnya.



