REDAKSI8.COM, BANJAR – Dalam upaya meningkatkan literasi politik masyarakat, khususnya generasi muda, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banjar menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik kepada masyarakat di Aula Kesbangpol Banjar, Martapura, Kamis (19/2/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang edukatif bagi masyarakat untuk memahami proses demokrasi secara lebih utuh, mulai dari hak dan kewajiban warga negara, mekanisme politik yang sehat, hingga pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi ini juga diharapkan mampu membentuk masyarakat yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab dalam menyikapi dinamika politik.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Banjar Tofik Norman Hidayat menyampaikan bahwa pendidikan politik merupakan fondasi penting dalam menciptakan iklim demokrasi yang berkualitas. Menurutnya, masyarakat perlu dibekali pemahaman tentang tata cara berpolitik yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana berpolitik secara santun, beretika, dan sesuai aturan. Politik bukan hanya soal pemilu, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan aspirasi dan ikut mengawal kebijakan publik,” ujarnya.
Tofik juga menegaskan pentingnya koordinasi dan kerja sama yang berkelanjutan antara Kesbangpol dengan seluruh pihak terkait, khususnya penyelenggara pemilu, guna menyukseskan pelaksanaan pemilihan yang jujur, adil, dan demokratis.
“Harapan kami, setelah sosialisasi ini, partisipasi pemilih dapat meningkat. Masyarakat semakin paham ke mana dan bagaimana mereka menyalurkan hak pilih serta aspirasinya. Pada akhirnya, ini akan berdampak langsung pada kualitas demokrasi kita,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Banjar Amiruddin menekankan bahwa pendidikan politik memiliki peran strategis dalam menumbuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam diskursus politik. Menurutnya, pendidikan politik tidak sekadar menyampaikan informasi teknis, tetapi membangun kesadaran dan kedewasaan politik.
“Ada tiga misi utama pendidikan politik. Pertama, revitalisasi pemahaman politik, yakni membangun kesadaran publik tentang pembagian dan pertarungan kekuasaan serta bagaimana kekuasaan itu dimanfaatkan oleh wakil rakyat dan untuk kepentingan siapa,” jelasnya.
“Kedua, pendidikan emosi politik, yaitu membentuk sikap dewasa, tidak mudah terprovokasi, dan mampu menghargai perbedaan. Ketiga, mengembangkan melek politik atau kesadaran politik, agar masyarakat mampu bersikap kritis dan berpartisipasi secara konstruktif,” lanjut Amiruddin.
Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari KPU Kabupaten Banjar, Rizky Wijaya Kusuma, serta dari Bawaslu Kabupaten Banjar, Muhammad Hafizh Ridha. Para narasumber memaparkan peran dan fungsi penyelenggara pemilu serta pengawasan pemilu, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar SMA/SMK dan Madrasah Aliyah, tokoh agama, hingga masyarakat umum. Diskusi berlangsung interaktif dan dinamis, mencerminkan antusiasme tinggi peserta dalam memahami isu-isu politik dan demokrasi.
Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Kabupaten Banjar berharap pendidikan politik dapat menjadi agenda berkelanjutan guna memperkuat pemahaman politik yang kritis, cerdas, dan beretika. Dengan masyarakat yang melek politik, demokrasi di Kabupaten Banjar diharapkan semakin sehat, inklusif, dan bermartabat.



