REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Menjelang keberangkatan kelompok terbang (kloter) BDJ-01 perdana haji Embarkasi Banjarmasin, tiga calon jemaah haji (CJH) dipastikan batal berangkat akibat kondisi kesehatan, di tengah dominasi jemaah kategori risiko tinggi (Risti).
Pemeriksaan kesehatan tahap ketiga terhadap seluruh jemaah kloter BDJ-01 telah rampung dilaksanakan.

Secara umum, seluruh jemaah dinyatakan siap terbang, meski sebagian besar masuk kategori risiko tinggi karena faktor usia dan riwayat penyakit.
“Alhamdulillah hari ini sudah dilaksanakan pemeriksaan kesehatan tahap 3 dan semua jemaah dinyatakan dapat terbang,” ujar Dokter Kloter BDJ-01, dr. Aldiya Jamila saat diwawancarai, Kamis (23/4/26) malam.
Berdasarkan data tim medis menunjukkan, dari total 360 jemaah, sebanyak 179 orang masuk kategori Risti, dengan mayoritas merupakan lanjut usia.
“Adapun total jemaah yang masuk kategori Risti ada sekitar 179 orang dari total 360 jemaah. Sekitar 64 persen di antaranya adalah lansia berusia 60 tahun ke atas,” sebutnya.
Meski demikian, perubahan komposisi jemaah tidak dapat dihindari, sehingga tiga jemaah harus batal berangkat dan digantikan oleh jemaah lain karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
Satu jemaah dirujuk ke rumah sakit akibat penurunan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan intensif, sementara pendampingnya ikut menunda keberangkatan.
Kemudian, satu jemaah lainnya juga harus ditunda karena mengalami demensia.
“Ada yang masuk rumah sakit tadi siang, jadi penerbangannya ditunda dan akan masuk kloter selanjutnya. Saat ini kondisinya masih dalam tahap penerimaan transfusi darah. Beliau masuk kategori Risti berat karena mengidap hipertensi, diabetes, serta anemia,” jelasnya.
Selain itu, hipertensi tercatat sebagai penyakit yang paling banyak diderita oleh jemaah di kloter 1 ini, sehingga menjadi perhatian utama tim medis selama proses pemberangkatan.
“Penyakit yang paling banyak diderita hipertensi. Jadi ada tiga yang digantikan, satu yang di rumah sakit itu dia dengan pendamping. Satu orangnya dimensia. Jadinya harus diundur digantikan dari yang lain,” tuntasnya.
Walaupun terjadi penggantian, kloter BDJ-01 tetap diberangkatkan sesuai penjadwalan dengan kuota penuh yakni 360 orang beserta petugas.
“Kami mengimbau seluruh jemaah, khususnya kategori Risti, untuk disiplin menjaga kesehatan selama perjalanan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” pungkasnya.



