REDAKSI8.COM, BALANGAN – Rencana kegiatan pengambilan, pengangkutan, dan peremukan batu gamping oleh PT Bumi Alam Seraya (BAS) mendorong dilakukannya survei aspek demografi, ekonomi, dan budaya masyarakat di wilayah sekitar kegiatan perusahaan.
Survei tersebut menjadi bagian penting dalam pengumpulan data untuk penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), sekaligus menggali kondisi riil masyarakat yang berada di sekitar rencana kegiatan perusahaan.
Adapun wilayah yang menjadi sasaran survei meliputi Desa Murung Ilung, Balang, Hukai, Pamurus, Gulinggang, Tawahan, Sungai Batung dan Tigarun.
Survei dilakukan untuk memperoleh data dasar atau baseline mengenai kondisi masyarakat, mulai dari jumlah dan sebaran penduduk, komposisi demografi, mata pencaharian, tingkat pendapatan hingga potensi ekonomi lokal.
Tidak hanya aspek ekonomi, tim survei juga menggali persepsi, sikap serta harapan masyarakat terhadap rencana kegiatan pengambilan, pengangkutan dan peremukan batu gamping.
Aspek sosial dan budaya turut menjadi perhatian, termasuk nilai-nilai masyarakat, adat istiadat, keberadaan situs budaya serta kelembagaan sosial yang berkembang di masing-masing wilayah.
Data yang dihimpun diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi masyarakat sebelum kegiatan perusahaan berjalan, sehingga potensi dampak sosial, baik positif maupun negatif, dapat diidentifikasi sejak awal.
Dalam kegiatan tersebut, Tokoh Agama dan Masyarakat Desa Sungai Batung, Guru Abdullah Bakhiet, yang merupakan pimpinan Majelis Ta’lim Wa Sholawat Assalam sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Nurussalam Sungai Batung, turut menyampaikan sejumlah pesan dan masukan.
Ia mengingatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Balangan, khususnya yang berada di Desa Sungai Batung dan desa-desa sekitarnya sebagai wilayah Ring 1, agar memperhatikan keberadaan serta kebutuhan masyarakat setempat.
Menurutnya, kehadiran perusahaan idealnya tidak hanya memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang berada paling dekat dengan wilayah operasional.
Pesan tersebut disampaikan dalam konteks survei terhadap keberadaan dan rencana kegiatan PT Bumi Alam Seraya (BAS).
Guru Abdullah Bakhiet juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar menjadikan keberadaan perusahaan sebagai bagian dari upaya menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
Ia mengutip prinsip “Khairunnas anfa’ahum linnas”, yang bermakna sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah masukan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat turut disampaikan untuk menjadi perhatian perusahaan.
Pertama, setiap forum pertemuan antara masyarakat dan perusahaan diharapkan menghadirkan pihak yang memiliki kewenangan dalam mengambil kebijakan.
Masyarakat berharap forum tidak sekadar menjadi ruang untuk menampung aspirasi, tetapi juga dapat menghasilkan pembahasan dan tindak lanjut yang jelas terhadap berbagai persoalan maupun usulan warga.
Kedua, masyarakat meminta adanya perhatian khusus terhadap warga Ring 1 dalam proses perekrutan tenaga kerja perusahaan.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah adanya kesepakatan atau MoU berkelanjutan terkait prioritas tenaga kerja lokal, dengan tetap mempertimbangkan kompetensi calon pekerja.
Masyarakat juga mengusulkan agar persyaratan pengalaman kerja tidak menjadi satu-satunya hambatan bagi warga sekitar untuk mendapatkan kesempatan bekerja.
Bagi warga Ring 1 yang belum memiliki pengalaman, perusahaan diharapkan dapat memberikan pembinaan atau pelatihan terlebih dahulu.
Dengan demikian, warga lokal yang memenuhi kompetensi dapat memperoleh kesempatan untuk diprioritaskan dalam proses rekrutmen.
Ketiga, masyarakat berharap program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dapat diwujudkan dalam bentuk program yang konkret dan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada bentuk kegiatan seremonial, tetapi menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata serta memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Pelaksanaan survei aspek demografi, ekonomi dan budaya ini diharapkan menghasilkan data baseline yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai salah satu bahan dalam penyusunan dokumen AMDAL.
Selain memetakan kondisi masyarakat, survei juga diharapkan mampu mengidentifikasi potensi dampak sosial yang mungkin muncul dari rencana kegiatan perusahaan.
Hasilnya nantinya dapat menjadi salah satu acuan dalam penyusunan program CSR maupun langkah pengelolaan dan pemantauan dampak sosial.
Keterlibatan masyarakat sejak tahap awal juga dinilai penting untuk membuka ruang komunikasi antara perusahaan dan warga, sehingga berbagai aspirasi, kekhawatiran maupun harapan masyarakat dapat diketahui lebih dini.
Dengan komunikasi dan partisipasi yang baik, keberadaan perusahaan diharapkan dapat berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat serta memperhatikan keberlanjutan aspek sosial, ekonomi dan budaya di wilayah sekitar.
Bagi masyarakat di delapan desa yang masuk dalam wilayah survei, proses ini menjadi momentum untuk menyampaikan kondisi dan kebutuhan mereka secara langsung sebagai bagian dari penyusunan kajian lingkungan dan sosial atas rencana kegiatan PT Bumi Alam Seraya.
Survei tersebut menjadi bagian penting dalam pengumpulan data untuk penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), sekaligus menggali kondisi riil masyarakat yang berada di sekitar rencana kegiatan perusahaan.
Adapun wilayah yang menjadi sasaran survei meliputi Desa Murung Ilung, Balang, Hukai, Pamurus, Gulinggang, Tawahan, Sungai Batung dan Tigarun.
Survei dilakukan untuk memperoleh data dasar atau baseline mengenai kondisi masyarakat, mulai dari jumlah dan sebaran penduduk, komposisi demografi, mata pencaharian, tingkat pendapatan hingga potensi ekonomi lokal.
Tidak hanya aspek ekonomi, tim survei juga menggali persepsi, sikap serta harapan masyarakat terhadap rencana kegiatan pengambilan, pengangkutan dan peremukan batu gamping.
Aspek sosial dan budaya turut menjadi perhatian, termasuk nilai-nilai masyarakat, adat istiadat, keberadaan situs budaya serta kelembagaan sosial yang berkembang di masing-masing wilayah.
Data yang dihimpun diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi masyarakat sebelum kegiatan perusahaan berjalan, sehingga potensi dampak sosial, baik positif maupun negatif, dapat diidentifikasi sejak awal.
Dalam kegiatan tersebut, Tokoh Agama dan Masyarakat Desa Sungai Batung, Guru Abdullah Bakhiet, yang merupakan pimpinan Majelis Ta’lim Wa Sholawat Assalam sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Nurussalam Sungai Batung, turut menyampaikan sejumlah pesan dan masukan.
Ia mengingatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Balangan, khususnya yang berada di Desa Sungai Batung dan desa-desa sekitarnya sebagai wilayah Ring 1, agar memperhatikan keberadaan serta kebutuhan masyarakat setempat.
Menurutnya, kehadiran perusahaan idealnya tidak hanya memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang berada paling dekat dengan wilayah operasional.
Pesan tersebut disampaikan dalam konteks survei terhadap keberadaan dan rencana kegiatan PT Bumi Alam Seraya (BAS).
Guru Abdullah Bakhiet juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar menjadikan keberadaan perusahaan sebagai bagian dari upaya menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
Ia mengutip prinsip “Khairunnas anfa’ahum linnas”, yang bermakna sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah masukan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat turut disampaikan untuk menjadi perhatian perusahaan.
Pertama, setiap forum pertemuan antara masyarakat dan perusahaan diharapkan menghadirkan pihak yang memiliki kewenangan dalam mengambil kebijakan.
Masyarakat berharap forum tidak sekadar menjadi ruang untuk menampung aspirasi, tetapi juga dapat menghasilkan pembahasan dan tindak lanjut yang jelas terhadap berbagai persoalan maupun usulan warga.
Kedua, masyarakat meminta adanya perhatian khusus terhadap warga Ring 1 dalam proses perekrutan tenaga kerja perusahaan.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah adanya kesepakatan atau MoU berkelanjutan terkait prioritas tenaga kerja lokal, dengan tetap mempertimbangkan kompetensi calon pekerja.
Masyarakat juga mengusulkan agar persyaratan pengalaman kerja tidak menjadi satu-satunya hambatan bagi warga sekitar untuk mendapatkan kesempatan bekerja.
Bagi warga Ring 1 yang belum memiliki pengalaman, perusahaan diharapkan dapat memberikan pembinaan atau pelatihan terlebih dahulu.
Dengan demikian, warga lokal yang memenuhi kompetensi dapat memperoleh kesempatan untuk diprioritaskan dalam proses rekrutmen.
Ketiga, masyarakat berharap program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dapat diwujudkan dalam bentuk program yang konkret dan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada bentuk kegiatan seremonial, tetapi menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata serta memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Pelaksanaan survei aspek demografi, ekonomi dan budaya ini diharapkan menghasilkan data baseline yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai salah satu bahan dalam penyusunan dokumen AMDAL.
Selain memetakan kondisi masyarakat, survei juga diharapkan mampu mengidentifikasi potensi dampak sosial yang mungkin muncul dari rencana kegiatan perusahaan.
Hasilnya nantinya dapat menjadi salah satu acuan dalam penyusunan program CSR maupun langkah pengelolaan dan pemantauan dampak sosial.
Keterlibatan masyarakat sejak tahap awal juga dinilai penting untuk membuka ruang komunikasi antara perusahaan dan warga, sehingga berbagai aspirasi, kekhawatiran maupun harapan masyarakat dapat diketahui lebih dini.
Dengan komunikasi dan partisipasi yang baik, keberadaan perusahaan diharapkan dapat berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat serta memperhatikan keberlanjutan aspek sosial, ekonomi dan budaya di wilayah sekitar.
Bagi masyarakat di delapan desa yang masuk dalam wilayah survei, proses ini menjadi momentum untuk menyampaikan kondisi dan kebutuhan mereka secara langsung sebagai bagian dari penyusunan kajian lingkungan dan sosial atas rencana kegiatan PT Bumi Alam Seraya.
