REDAKSI8.COM, SAMARINDA – Stadion Palaran Kota Samarinda akan segera direnovasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur agar bisa menjadi home base Borneo FC.
Hal ini sudah disampaikan oleh Kepala Dispora Kaltim Agus Hari Kesuma atau biasa dipanggil AHK kepada manajemen Borneo FC. Ia menegaskan bahwa lapangan Palaran sudah bisa digunakan untuk home base dan latihan.
Namun, ada beberapa hal yang harus diperbaiki sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh PSSI dan Liga I 2023-2024.
Salah satunya adalah pemasangan lampu stadion yang minimal harus 1.200 watt dan perataan lapangan yang ada beberapa bagian yang turun.
“Renovasi ini akan segera dilakukan, kalau hanya mau dipakai, yang harus diperbaiki adalah lapangannya yang ada yang turun. Lampu penerangan, untuk malam, fungsinya untuk pertandingan malam hari kan, kemudian pembersihan, setidaknya tribun timur dan barat kalau VIP sudah bagus,” ujar AHK, Minggu (14/1/2024).
Selain itu, AHK juga menjelaskan bahwa update building-nya, jika ingin seluruhnya, memerlukan biaya sekitar Rp 53 miliar, termasuk untuk tempat akademinya yang akan siap digunakan.
Tapi, jika hanya menggunakan lapangan saja, perkiraan biaya yang dikeluarkan oleh Pemprov Kaltim tidak lebih dari Rp 20 miliar.
“Kalau untuk lapangan saja kira-kira Rp 10-15 miliar sudah siap untuk dipakai. Akses jalan sudah bagus, sudah ada pagar (sekeliling) stadion,” katanya.
Mengenai pengelolaan di masa depan setelah direnovasi oleh Pemprov Kaltim, Borneo FC kemungkinan akan dikenai biaya sewa dengan beberapa pilihan yang ditawarkan.
Karena aset Pemprov tentu bukan hanya menjadi sumber Pendapatan bagi pemerintah, tetapi juga sebagai dana perawatan fasilitas Stadion atau untuk kepentingan peningkatan lainnya di sekitar Stadion Palaran Samarinda.
Namun saat ini, Borneo FC tidak dikenai biaya sewa karena kondisi yang mendesak karena home base tim kesayangan masyarakat Samarinda dan Kaltim, GOR Segiri Samarinda sedang dalam tahap renovasi.
“Ke depannya tentu bisa diatur oleh Perda, perhitungannya sewa. Sementara ini karena mendesak ya silakan saja (dipakai), tergantung Pemprov, bisa juga mengeluarkan Pergub, karena area berbayar kan, Stadion Palaran dan Gelora Kadrie Oening,” papar AHK.
Sebelumnya, Pemprov Kaltim sudah menyetujui usulan dari manajemen Borneo FC mengenai rencana home base di Stadion Utama Palaran.
Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik juga sudah bertemu dengan manajemen tim yang berjulukan Pesut Etam ini, Kamis (4/1/2024) lalu.
Home base klub yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Samarinda dan Kaltim pada umumnya ini nantinya akan dipindahkan sementara ke Stadion Utama Kaltim Palaran.
Borneo FC sendiri harus pindah ke Stadion Batakan Balikpapan karena Stadion Segiri Samarinda masih dalam proses renovasi.
Akmal Malik tentu menyambut baik usulan yang diajukan oleh tim Borneo FC ini dan sangat menyetujui jika Stadion Palaran akan menjadi Home base Pesut Etam.
Namun, Stadion Utama Palaran yang pernah menjadi venue utama PON XVII tahun 2008 lalu masih harus dilakukan beberapa renovasi agar bisa digunakan.
Karena stadion yang akan menjadi home base turnamen tertinggi di Indonesia harus memenuhi standar PSSI dan Liga I 2023-2024.
Untuk mendukung rencana renovasi ini, Pj Gubernur Akmal Malik meminta Dinas PUPR Pera dan BPKAD Kaltim untuk membantu memuluskan renovasi Stadion Utama Kaltim Palaran melalui APBD Murni Kaltim 2024.
Diketahui dalam mengikuti turnamen kasta tertinggi di Indonesia musim 2023/2024 ini, Borneo FC berada di puncak klasemen Liga I Indonesia dan berhasil mengumpulkan 51 poin.



