REDAKSI8.COM, SAMARINDA – Stadion Utama Palaran akan segera direhabilitasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur agar bisa menjadi home base Borneo FC.
Hal ini disampaikan oleh Dirjen Otda Kemendagri yang juga Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik sebagai tindaklanjut dari pertemuan dengan manajemen Borneo FC.
“Ini tindaklanjut pertemuan dengan manajemen Borneo FC yang akan menjadikan stadion utama ini sebagai home base Borneo FC,” ujar Akmal Malik.
Ia juga mengatakan akan menyelesaikan status aset lahan eks venue utama PON XVII tahun 2008 lalu ini.
Menurut Akmal Malik, ada kendala dalam merevitalisasi Stadion Palaran.
Karena aset tanahnya milik Kota Samarinda, tetapi infrastrukturnya milik Pemprov Kaltim.
“Harus kita bicarakan dengan Kota Samarinda. Kita tidak usah berdebat statusnya, yang penting bagaimana kita memfungsikan venue olahraga ini, sehingga kita bisa meningkatkan prestasi olahraga Kaltim,” jelasnya.
Keberadaan Stadion Palaran ini, juga bisa menjadi lokasi multi event.
Selain olahraga juga event lainnya yang bisa memberikan pendapatan bagi Kaltim.
“Tapi yang utama, kita akan pikirkan dulu status dan bagaimana pengelolaannya ke depan. Saya berharap dukungan semua pihak. Semoga stadion ini bisa kita fungsikan lebih optimal, setelah kita selesaikan persoalan administrasinya,” jelas Akmal Malik.
Terkait pengerjaan renovasi, akan dilakukan pertengahan Maret 2024 mendatang, karena masih menunggu nilai appraisal-nya.
Tidak semua dilakukan rehabilitasi, karena asetnya harus diclearkan, minimal bisa difungsikan untuk kegiatan olahraga.
Termasuk, sebagai home base Borneo FC, atau kegiatan lain yang memberikan kebaikan bagi masyarakat Kalimantan Timur.
“Kita bangga dengan stadion ini. Untuk itu diperbaiki segera. Jangan sampai punya aset bagus, tapi tidak bermanfaat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menegaskan, pihaknya kini tengah melakukan survey lapangan agar segera mengerjakan renovasi eks venue utama PON XVII tahun 2008 ini.
“Kami sedang inventarisasi kerusakannya, menghitung biayanya yang nanti kita usulkan segera (di APBD 2024). Dalam waktu dekat, sementara itu (kebutuhan untuk latihan), untuk anggaran belum tahu, baru identifikasi dan survey lapangan,” jelas Nanda, sapaan akrabnya.
Untuk penggunaan Stadion ke depan setelah dilakukan perbaikan pada beberapa titik yang kini dilakukan identifikasi, Nanda menegaskan bahwa menjadi ranah OPD terkait.
Artinya, Stadion Palaran bisa digunakan menjadi home base dan kegiatan lain seperti pengembangan akademi atau latihan dengan persetujuan melalui Dispora Kaltim sebagai pengelola aset.
“Pengelolaannya kan sekarang Dispora, ke depan kalau dipergunakan Borneo FC seterusnya, itu Dispora yang berwenang, kami hanya ditugasi untuk memperbaiki,” kata Nanda.
Target perbaikan sendiri, Nanda menegaskan bahwa segera dilakukan pada tahun ini.
“Dalam waktu dekat, kami diinstruksikan untuk memperbaiki untuk sarana latihan tim Borneo FC, tahun ini dilakukan,” pungkasnya.



