REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar tidak hanya menargetkan kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekumpul 005 sebagai pusat penyedia makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang mampu memberikan manfaat luas bagi warga sekitar.
Hal tersebut disampaikan saat peninjauan fasilitas SPPG Sekumpul 005 yang dipersiapkan untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. Pemkab Banjar menilai keberadaan dapur layanan gizi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
“Pemkab Banjar menargetkan SPPG Sekumpul 005 memberi dampak ganda. Selain memastikan pemenuhan gizi dan percepatan penurunan stunting, dapur ini diharapkan menyerap tenaga kerja lokal serta menggerakkan sirkulasi ekonomi melalui penggunaan bahan baku daerah,” ujarnya.
Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat dan bergizi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Dengan memanfaatkan hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan produk pangan lokal, roda perekonomian daerah diharapkan ikut bergerak seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk operasional dapur.
Petani, peternak, pelaku UMKM pangan, hingga penyedia jasa distribusi berpotensi memperoleh manfaat langsung dari keberadaan SPPG. Pola ini diyakini mampu menciptakan efek berantai yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Dari hasil peninjauan awal, fasilitas dapur SPPG Sekumpul 005 dinilai telah memenuhi sejumlah persyaratan penting. Kebersihan area produksi, tata kelola ruang kerja, serta sistem pendukung operasional mendapatkan perhatian khusus untuk memastikan makanan yang dihasilkan aman dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan.
Salah satu fasilitas pendukung yang menjadi perhatian adalah keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Fasilitas tersebut berfungsi mengelola limbah hasil aktivitas dapur agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Kehadiran IPAL menjadi indikator penting bahwa operasional dapur tidak hanya memperhatikan kualitas layanan, tetapi juga aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur saja belum cukup. Keberhasilan program juga sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaannya.
Karena itu, Pemkab Banjar akan memastikan seluruh kebutuhan tenaga kerja sesuai standar dapat terpenuhi, termasuk keberadaan tenaga ahli gizi yang memiliki kompetensi dalam menyusun menu seimbang, mengawasi kualitas makanan, serta memastikan kebutuhan nutrisi penerima manfaat terpenuhi secara optimal.
Selain tenaga ahli gizi, tenaga pengolah makanan dan petugas operasional juga akan mendapatkan perhatian agar seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, pengemasan hingga distribusi makanan, berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Pemerintah daerah berharap SPPG Sekumpul 005 dapat menjadi model pelayanan pemenuhan gizi yang tidak hanya efektif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan menekan angka stunting, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru serta memperkuat perekonomian daerah melalui pemanfaatan potensi lokal.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai, standar kebersihan yang terjaga, serta sumber daya manusia yang profesional, SPPG Sekumpul 005 diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Banjar yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.



