REDAKSI8.COM, BALANGAN – Upaya mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Salah satunya dengan menghadirkan layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) secara langsung di lingkungan madrasah.
Program tersebut mendapat dukungan penuh dari MAN 1 Balangan, yang menilai pelayanan administrasi kependudukan di madrasah memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya memiliki dokumen kependudukan.

Kepala MAN 1 Balangan, Zulfah Magdalena, menyambut baik sinergi yang terjalin antara pihak madrasah dengan Dukcapil. Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya mempermudah siswa dalam melakukan perekaman KTP-el, tetapi juga menjadi bentuk pelayanan pemerintah yang hadir lebih dekat dengan generasi muda.
Dukungan terhadap program tersebut juga semakin kuat setelah adanya sinergi antara Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Balangan, madrasah aliyah se-Kabupaten Balangan, dan Dukcapil.
Beberapa waktu lalu, Kepala Kantor Kemenag Balangan mengumpulkan seluruh Madrasah Aliyah (MA) se-Kabupaten Balangan untuk memfasilitasi sekaligus mendukung pelaksanaan program perekaman KTP-el di lingkungan madrasah.
Langkah tersebut dinilai penting karena siswa Madrasah Aliyah merupakan kelompok yang mulai memasuki usia wajib memiliki identitas kependudukan resmi. Dengan pelayanan yang dilakukan langsung di sekolah, siswa tidak perlu meninggalkan kegiatan belajar hanya untuk datang ke kantor pelayanan administrasi kependudukan.
Lebih dari sekadar perekaman KTP-el, sinergi tersebut juga menghadirkan sejumlah kemudahan pelayanan administrasi kependudukan lainnya.
Dukcapil memberikan fasilitas untuk membantu kebutuhan administrasi siswa, antara lain perubahan Kartu Keluarga (KK), perubahan data kependudukan, pengurusan akta kelahiran, hingga perekaman KTP-el bagi siswa yang telah memenuhi persyaratan.
Menariknya, terdapat pula fleksibilitas dalam pelaksanaan perekaman foto KTP-el. Atas permohonan dari pihak madrasah, siswa Madrasah Aliyah diperbolehkan menggunakan pakaian bebas tetapi tetap pantas saat melakukan perekaman, tidak harus menggunakan seragam sekolah.
Bagi sebagian siswa, perekaman KTP-el merupakan pengalaman pertama mereka dalam mengurus dokumen identitas kependudukan secara langsung. Karena itu, pelayanan yang dilakukan di sekolah membuat proses tersebut terasa lebih mudah, praktis, dan tidak menimbulkan kekhawatiran.
Kemudahan pelayanan juga berdampak terhadap meningkatnya antusiasme siswa MAN 1 Balangan untuk mqqqengikuti perekaman KTP-el.
Pihak madrasah melihat program tersebut bukan hanya sebagai pelayanan administratif, tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan kepada siswa agar sejak dini memahami pentingnya tertib administrasi kependudukan.
KTP-el memiliki peran penting dalam berbagai keperluan administrasi masyarakat. Dokumen tersebut menjadi identitas resmi penduduk yang dibutuhkan dalam berbagai aktivitas, mulai dari pelayanan publik, pendidikan, perbankan, hingga berbagai keperluan administrasi lainnya.
Karena itu, memastikan para siswa yang telah memasuki usia wajib KTP mendapatkan identitas kependudukan menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran tertib administrasi sejak usia sekolah.
Kepala MAN 1 Balangan, Zulfah Magdalena, yang didampingi Wakamad Kesiswaan Muhammad Noor Irpan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi yang telah terbangun sehingga pelaksanaan perekaman KTP-el di lingkungan madrasah dapat berlangsung tertib dan lancar.
Menurutnya, dukungan dari Kemenag dan Dukcapil memberikan dampak positif bagi madrasah maupun siswa. Pelayanan yang biasanya mengharuskan siswa datang ke kantor Dukcapil kini dapat diakses dengan lebih mudah karena petugas hadir langsung di lingkungan pendidikan.
“Sinergi ini sangat kami dukung. Kami berterima kasih karena pelayanan perekaman KTP-el dapat dilaksanakan di madrasah sehingga siswa mendapatkan kemudahan dan prosesnya berjalan tertib serta lancar,” ujar Zulfah.
Ia menilai kerja sama lintas sektor seperti ini perlu terus dilanjutkan karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pelajar.
Selain mempermudah proses perekaman, kehadiran layanan Dukcapil di madrasah juga menjadi sarana untuk membangun pemahaman siswa bahwa dokumen kependudukan bukan sekadar kartu identitas, tetapi merupakan bagian penting dari hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Sementara itu, keterlibatan Kemenag Balangan dalam mendorong seluruh Madrasah Aliyah untuk mendukung program tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama agar pelayanan administrasi kependudukan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Kolaborasi antara Kemenag Balangan, MAN 1 Balangan, dan Dukcapil menjadi contoh bahwa pelayanan publik dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih sederhana dan dekat dengan masyarakat.
Dengan pola pelayanan jemput bola tersebut, pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pelayanan, tetapi secara aktif mendatangi lingkungan tempat masyarakat beraktivitas, termasuk sekolah dan madrasah.
Bagi siswa MAN 1 Balangan, program ini juga menjadi momentum penting untuk memperoleh identitas kependudukan tepat waktu. Sementara bagi pemerintah, kegiatan tersebut membantu memperkuat akurasi dan ketertiban administrasi kependudukan di Kabupaten Balangan.
Sinergi yang semakin erat ini diharapkan dapat terus dikembangkan ke berbagai madrasah dan satuan pendidikan lainnya. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda Balangan yang memiliki dokumen kependudukan lengkap, valid, dan sesuai dengan data sebenarnya.
Pada akhirnya, pelayanan administrasi kependudukan yang mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat tidak hanya menghasilkan dokumen, tetapi juga membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya tertib administrasi sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara.



