REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru mulai menunjukkan dampak nyata bagi para siswa.
Tak hanya dari sisi akademik, perubahan sikap, kemandirian, hingga karakter anak juga dirasakan langsung oleh para orang tua.

Salah satunya diungkapkan Yaswin, orang tua siswa asal Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, mengaku melihat perubahan signifikan pada anaknya setelah mengikuti pendidikan di SRT selama satu tahun.
Yang mana perkembangan anaknya terlihat jelas baik dari perilaku sehari-hari maupun kebiasaan di rumah.
“Sudah 1 tahun di sini per tanggal 14 Juli 2025 kemarin. Memang sih jauh beda kelihatannya. Dari sikapnya di rumah lawan disini jauh berbeda, ada kemajuan gitu,” katanya saat diwawancarai awak media, Kamis (25/6/26).
Perubahan yang paling dirasakan, katanya adalah meningkatnya kedisiplinan beribadah dan kemampuan mengurus diri sendiri.
“Yang terasa perubahannya yang dulunya enggak ada sembahyang (sholat), sekarang mau sembahyang. Sebelumnya belum bisa masak, sekarang bisa masak di rumah. Jadi saling menolongi orang tua,” ujarnya.
Ia juga mengaku bangga dan sangat bersyukur melihat perkembangan yang ditunjukkan anaknya selama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Sangat senanglah dari perkembangannya. Terutama masalah kerajinan, sekarang bisa mandiri sudah,” ucapnya.
Yaswin berharap, pendidikan yang dijalani anaknya dapat menjadi bekal untuk meraih cita-cita dan membantu keluarga di masa depan.
“Harapannya semoga berhasillah cita-citanya, bisa membantu orang tua,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu siswa kelas 10 SRT 9 Banjarbaru, Naila Indira Putri mengaku merasakan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan sekolah pada umumnya.
“Selama satu tahun sekolah di sekolah rakyat, saya senang karena di sini pembelajarannya mungkin cukup berbeda dari yang lain, mulai dari psikolognya dan teknologi-teknologi yang canggih zaman sekarang,” tuturnya.
Terkait fasilitas-fasilita pembelajaran yang disediakan juga turut mendukung proses belajar mengajar di sekolah jadi lebih mudah.
“Kami sudah belajar menggunakan smartboard dan laptop, jadi mungkin kebutuhan kami sudah terpenuhi dalam pembelajaran,” jelasnya.
Selain fokus pada akademik, Naila juga aktif mengembangkan minat belajar bahasa Inggris dan seni budaya, serta bakatnya melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti tari.
Bahkan, dirinya merasa lebih percaya diri dan memiliki jiwa kepemimpinan setelah bergabung di Sekolah Rakyat.
“Saya merasa berkembang, mungkin dari rasa mandiri dan kepemimpinan itu lebih terbuka sekarang, karena sekarang saya diamanahi untuk menjadi salah satu ketua OSIS di sini, jadi mungkin saya bisa membimbing teman-teman yang lain untuk keaktifan mereka di organisasi,” tutupnya.

