REDAKSI8.COM, KALSEL – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas, transparansi dan keadilan dalam proses seleksi penerimaan Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026.
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Pol. Dr. Anwar memberikan penekanan tegas, rekrutmen tahun ini murni hanya melalu satu pintu.

Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Polda Kalimantan Selatan (Kalsel).
Karo SDM Polda Kalsel, Kombes Pol Maulana Hamdan menyampaikan, proses rekrutmen dirancang untuk menutup rapat segala celah praktik kecurangan maupun intervensi dari pihak luar.
“Kami pastikan bahwa seluruh tahapan seleksi penerimaan Akpol T.A. 2026 dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Setiap peserta memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk berkompetisi secara sehat,” terang Karo SDM Polda Kalsel Kombes Pol Maulana Hamdan usai mengikuti zoom meeting yang dipimpin As SDM Polri dan Kadiv Humas Polri.
Karo SDM menerangkan, rekrutmen Akpol T.A. 2026 hanya dibuka melalui satu jalur, yaitu Jalur Reguler Nasional.
“Kami tegaskan kembali, tidak ada jalur atau kuota lainnya seperti kuota khusus, kuota Mabes, jalur titipan, ataupun kuota tambahan. Kebijakan ini berlaku mutlak secara nasional untuk memastikan output perwira Polri yang benar-benar berkualitas dan kompeten,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi menyampaikan, pola rekrutmen yang bersih dan satu pintu ini sudah sangat sesuai dengan keinginan masyarakat luas, kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Kompolnas, Ombudsman, hingga Tim KPRP. Mereka senantiasa membantu Polri dengan melakukan monitoring melekat pada pelaksanaan rekrutmen Polri T.A. 2026.
Kabid Humas mengimbau kepada seluruh orang tua dan peserta seleksi agar tidak memercayai pihak-pihak atau oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Kelulusan adalah hasil kerja keras, kemampuan, dan persiapan dari peserta itu sendiri. Percayalah pada kemampuan anak-anak kita,” pungkasnya.



